Trump Ancam Tarik Pasukan AS dari Jerman Usai Kritik Merz

Trump Ancam Tarik Pasukan AS dari Jerman Usai Kritik Merz
Foto: Ilustrasi Trump Ancam Tarik Pasukan AS dari Jerman Usai Kritik Merz.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengurangi jumlah personel militer AS di Jerman sebagai respons atas kritik tajam Kanselir Friedrich Merz. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Kamis (30/4/2026) melalui platform media sosial Truth Social menyusul ketegangan diplomatik kedua negara.

Langkah ini merupakan reaksi langsung terhadap pernyataan Merz yang menyebut AS telah dipermalukan oleh Iran dalam negosiasi terkait Selat Hormuz. Sebagaimana dilansir dari Kompas, Trump kini tengah mempertimbangkan peninjauan ulang kehadiran militer di wilayah sekutunya tersebut.

"Kami tengah mempelajari dan meninjau kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman, dengan keputusan yang akan dibuat dalam waktu dekat," tulis Donald Trump, Presiden AS.

Rencana penarikan pasukan ini muncul setelah Merz melontarkan kritik pada Senin (27/4/2026) mengenai kegagalan diplomasi AS terhadap Iran. Kanselir Jerman itu menilai Iran jauh lebih unggul dalam manuver negosiasi untuk membuka kembali jalur perdagangan vital di Selat Hormuz.

"Jelas bahwa Iran sangat terampil dalam bernegosiasi atau lebih tepatnya sangat terampil dalam tak bernegosiasi," kata Friedrich Merz, Kanselir Jerman.

Merz menyoroti bagaimana delegasi Amerika Serikat tidak mendapatkan hasil signifikan meskipun telah melakukan perjalanan jauh. Iran sendiri menutup Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026 setelah serangan tanpa provokasi yang dilancarkan AS dan Israel ke wilayah mereka.

"Mereka membiarkan Amerika melakukan perjalanan ke Islamabad dan kemudian pergi lagi tanpa hasil apa pun," tambah Friedrich Merz, Kanselir Jerman.

Kanselir Jerman tersebut juga menegaskan bahwa penutupan jalur laut itu sangat merugikan bagi ekonomi Eropa. Di sisi lain, Trump sebelumnya telah membatalkan pengiriman negosiasi ke Islamabad dan menyerang balik pemikiran Merz mengenai isu nuklir.

"Ia tak tahu apa yang dibicarakannya," kata Donald Trump, Presiden AS.

Meskipun Merz menyatakan pada Rabu (29/4/2026) pagi bahwa hubungan personalnya dengan Trump tetap terjaga, ancaman penarikan pasukan ini memicu kekhawatiran luas di Eropa. Situasi ini menambah ketegangan dalam aliansi tradisional AS di tengah ancaman penarikan diri Washington dari NATO.

Artikel terkait

Rekomendasi