Arus lalu lintas di Jalan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat, mengalami kemacetan panjang akibat satu unit truk tronton mengalami patah as roda pada Rabu (13/5/2026) pagi. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sejauh 3 kilometer mulai dari flyover Rawa Buaya.
Kepadatan kendaraan ini terjadi akibat posisi truk yang mengganggu badan jalan di sekitar pintu air arah Cengkareng. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Megapolitan, kendala teknis pada armada besar tersebut mulai terdeteksi oleh petugas di lapangan sejak pukul 06.00 WIB.
KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi untuk melakukan pemindahan kendaraan. Penanganan di lokasi kejadian melibatkan personel gabungan untuk mengatur arus kendaraan yang tersendat.
"Truk tronton patah as, TKP di pintu air arah Cengkareng mengganggu arus lalin. Upaya saat ini akan dilakukan derek gendong belakang," kata Sudarmo.
Kanit Lantas Polsek Cengkareng, AKP Yeni mengonfirmasi bahwa titik kemacetan utama berada di dekat pintu air yang mengarah ke wilayah Cengkareng. Hingga menjelang siang hari, proses evakuasi masih terus diupayakan agar jalur utama tersebut kembali normal.
"Iya ada truk patah as di dekat pintu air arah Cengkareng berimbas pada lalu lintas, saat ini sedang ditangani bersama," ucap Yeni.
Dampak kemacetan ini dirasakan langsung oleh pengguna jalan, termasuk Suko (37), seorang pengemudi mobil boks yang sedang menempuh rute menuju Dadap, Kabupaten Tangerang. Ia terjebak selama lebih dari satu jam untuk jarak tempuh yang hanya mencapai sekitar satu kilometer.
"Satu jam lebih lah kayaknya ke sini dari flyover itu turunan ke Cengkareng. Jalan sedikit-sedikit doang, penuh kan padat," ucap Suko.
Suko mengaku sudah memprediksi adanya kendala teknis atau kecelakaan saat melihat antrean kendaraan yang tidak biasa sejak dari arah Kembangan. Pengemudi logistik ini menyadari keterbatasan lebar jalan di area tersebut sering memperparah dampak dari kendaraan yang mogok.
"Udah biasa, kalau macet gini-gini pasti kalau enggak truk mogok, ada kecelakaan, memang begitu di sini mah. Soalnya jalanan sempit kan," kata Suko.
Meskipun terjebak cukup lama, Suko menyatakan jadwal pengiriman barangnya tidak terlalu terganggu karena kebijakan perusahaan yang memberangkatkan armada lebih awal. Namun, ia tetap menyayangkan efisiensi waktu yang hilang akibat insiden tersebut.
"Alhamdulillah enggak sih (telat mengantar). Soalnya ini butuhnya malem, dianter pagi, jadi aman, sore nyampe juga bisa. Tapi ya jangan lah, sayang waktunya masa sampai sore kena macet," ujar Suko.
Seorang pengendara motor bernama Habib (26) juga merasakan dampak yang merembet hingga ke jalur-jalur alternatif. Jalur tikus yang biasa ia gunakan untuk menghindari Jalan Outer Ring Road turut dipadati kendaraan roda dua dan roda empat.
"Saya biasanya ke arah Sumur Bor terus masuk ke Jl Utama sama Cendrawasih, tapi udah macet semua juga. Kyaknya motor mobil pada nyari jalan, tapi numpuk juga," kata Habib.
Hingga pukul 10.45 WIB, petugas dari Sudishub Jakarta Barat dan Unit Lantas Polsek Cengkareng masih bersiaga di lokasi kejadian. Upaya evakuasi terus dilakukan dengan menunggu kedatangan mobil derek khusus untuk menarik truk dari badan jalan.