Wisatawan Global Prioritaskan Kenyamanan dan Ketenangan pada Tren Wisata 2026

Wisatawan Global Prioritaskan Kenyamanan dan Ketenangan pada Tren Wisata 2026
Foto: Ilustrasi Wisatawan Global Prioritaskan Kenyamanan dan Ketenangan pada Tren Wisata 2026.

Tren perjalanan wisata global pada tahun 2026 diprediksi akan beralih pada pengalaman liburan yang lebih tenang dan bermakna melalui konsep hushpitality serta solo traveling. Berdasarkan survei terhadap 14.000 wisatawan di berbagai negara, mayoritas pelancong kini mengutamakan pemulihan energi dan kesehatan mental saat bepergian.

Hasil riset perusahaan hospitality Hilton menunjukkan bahwa 56 persen wisatawan melakukan perjalanan demi beristirahat total, sementara 37 persen lainnya ingin menghabiskan waktu di alam terbuka. Fenomena ini membuat destinasi dengan suasana menenangkan seperti Bali, Maladewa, Cancun, Honolulu, dan Orlando semakin diminati untuk menjaga kesehatan mental.

Presiden dan CEO Hilton, Chris Nassetta, memberikan penekanan bahwa aspek kepercayaan terhadap merek menjadi faktor kunci bagi para pelancong dalam memilih akomodasi di tengah pergeseran tren ini. Hal ini berkaitan dengan keinginan wisatawan untuk mendapatkan konsistensi dalam pelayanan dan kenyamanan selama masa liburan mereka.

ÔÇ£Laporan tahun ini menunjukkan bahwa 74 persen wisatawan menghargai pemesanan dengan merek yang mereka kenal dan percayai,ÔÇØ kata Nassetta, dilansir dari Detik Travel pada Rabu (14/5/2026).

Kebutuhan akan ruang pribadi juga mendorong peningkatan tren solo traveling, di mana sekitar 26 persen wisatawan berencana bepergian sendiri. Bahkan, sebanyak 48 persen responden mengaku tertarik menambah durasi perjalanan sendiri baik sebelum atau sesudah melakukan liburan bersama keluarga besar.

Integrasi teknologi digital menjadi pilar penting lainnya, dengan 61 persen wisatawan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk merencanakan perjalanan. Penggunaan layanan digital seperti check-in mandiri dan kunci kamar elektronik tercatat meningkat signifikan untuk mempermudah mobilitas tamu di hotel.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa efisiensi melalui pesan teks dinilai lebih praktis oleh 65 persen wisatawan, meskipun rekomendasi staf lokal tetap dibutuhkan. Selain itu, fasilitas hiburan di dalam kamar tetap menjadi prioritas bagi 72 persen pelancong sebagai sarana relaksasi pribadi.

Sektor perjalanan bisnis turut mengalami transformasi di mana 54 persen responden memanfaatkan agenda kerja untuk beristirahat dari rutinitas rumah. Sekitar 27 persen pebisnis secara sengaja meluangkan waktu sendiri guna memulihkan energi di sela-sela jadwal pertemuan profesional mereka.

Data dari platform transportasi Lyft turut memperkuat temuan ini dengan mencatat bahwa wisatawan bisnis memiliki frekuensi kunjungan ke destinasi wisata yang lebih tinggi dibandingkan wisatawan biasa. Tren ini menunjukkan bahwa batas antara bekerja dan berlibur semakin menipis demi mencapai keseimbangan hidup.

Artikel terkait

Rekomendasi