Tragedi Santri di Lombok Tengah Diduga Dibakar Teman, 1 Tewas Mengejutkan 2026

Tragedi Santri di Lombok Tengah Diduga Dibakar Teman, 1 Tewas Mengejutkan 2026
Foto: Tragedi Santri di Lombok Tengah Diduga Dibakar Teman, 1 Tewas Mengejutkan 2026. (Illustration by Pexels)

Insiden tragis menimpa tiga orang santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Mereka diduga menjadi korban pembakaran yang dilakukan oleh rekan sesama santri di lingkungan sekolah tersebut.

Kasus memilukan ini mulai terungkap ke publik setelah rekaman video yang menunjukkan kondisi korban viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Facebook @Tiara Erna BenKinara Cahya, tampak salah satu korban menangis menahan sakit dengan tubuh terbalut perban.

Pihak keluarga terlihat berusaha menenangkan korban yang mengeluhkan luka bakar serius di bagian badan serta kaki. Hingga saat ini, unggahan tersebut telah menarik perhatian puluhan ribu netizen dan dibagikan secara luas di internet.

Penjelasan Lembaga Perlindungan Anak

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, telah mengonfirmasi kebenaran peristiwa yang melibatkan para santri tersebut. Menurut keterangannya, insiden pembakaran ini sebenarnya sudah terjadi sejak November 2025 lalu.

Meski kejadiannya sudah berlangsung cukup lama, kasus ini baru mencuat setelah bukti visualnya tersebar di jagat maya baru-baru ini. Joko mengaku pihaknya baru mengetahui detail kejadian setelah video tersebut menjadi perbincangan hangat.

Rincian mengenai kondisi para korban dalam tragedi ini:

  • Satu orang santri dilaporkan meninggal dunia akibat luka yang diderita.
  • Dua santri lainnya mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan medis.
  • Para korban diduga disiram dengan bahan bakar sebelum api disulut oleh pelaku.

Joko menjelaskan bahwa LPA kini tengah menelusuri kronologi lengkap serta latar belakang yang memicu aksi kekerasan tersebut. Langkah koordinasi dengan aparat kepolisian juga terus dilakukan guna memastikan penanganan kasus berjalan maksimal.

Langkah Penyelidikan Kepolisian

Pihak kepolisian melalui Polres Lombok Tengah menyatakan telah memulai proses penyelidikan atas kasus dugaan pembakaran antar santri ini. Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean, menyebut laporan resmi baru diterima dari pihak keluarga.

Orang tua korban melaporkan kejadian tersebut pada Senin (2/6) dan dijadwalkan memberikan keterangan lebih lanjut di hadapan penyidik. Polisi bergerak cepat untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung di lapangan.

Berikut adalah poin-poin penanganan yang dilakukan oleh pihak kepolisian:

  • Pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi yang mengetahui atau berada di lokasi saat kejadian.
  • Pendalaman motif di balik tindakan keji yang dilakukan oleh sesama santri tersebut.
  • Pengumpulan data medis terkait kondisi luka bakar korban dan penyebab kematian satu santri.

AKP Punguan menegaskan bahwa seluruh prosedur penyelidikan akan dijalankan secara profesional untuk mengungkap fakta sebenarnya. Tim penyidik saat ini sedang fokus memetakan kejadian guna menentukan langkah hukum selanjutnya bagi pihak terlibat.

Tabel berikut merangkum informasi utama terkait peristiwa pembakaran santri di Lombok Tengah tersebut.

Aspek Informasi Detail Kejadian
Lokasi Kejadian Pondok Pesantren di Batukliang, Lombok Tengah
Waktu Peristiwa November 2025 (Baru dilaporkan Juni 2026)
Total Korban 3 Orang (1 Meninggal, 2 Luka Bakar)
Status Kasus Dalam Penyelidikan Polres Lombok Tengah

Data di atas menunjukkan adanya rentang waktu yang cukup lama antara waktu kejadian dengan waktu pelaporan resmi kepada pihak berwajib. Polisi masih mendalami alasan di balik keterlambatan pelaporan serta dinamika internal yang terjadi di lingkungan pesantren tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi