Tradisi Api Dharma Waisak 2026: Mrapen Mulai Ramai Pengunjung, Ini Jadwal Terbaru yang Banyak Dicari

Tradisi Api Dharma Waisak 2026: Mrapen Mulai Ramai Pengunjung, Ini Jadwal Terbaru yang Banyak Dicari
Foto: Tradisi Api Dharma Waisak 2026: Mrapen Mulai Ramai Pengunjung, Ini Jadwal Terbaru yang Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)

Menjelang perayaan Waisak, kawasan wisata Api Abadi Mrapen di Grobogan mulai dipadati oleh pengunjung dari berbagai penjuru daerah. Kehadiran masyarakat bertujuan untuk menyaksikan secara langsung prosesi pengambilan Api Dharma yang menjadi bagian krusial dalam rangkaian hari besar umat Buddha tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (29/5/2026) pagi, puluhan kendaraan mulai dari bus pariwisata hingga mobil pribadi telah memenuhi kantong parkir di sekitar lokasi. Beberapa kendaraan bahkan harus diparkir di area luar kawasan hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terdekat karena tingginya animo pengunjung.

Antusiasme Pengunjung dan Jadwal Prosesi

Meskipun prosesi inti pengambilan api belum dimulai hingga pukul 09.30 WIB, banyak warga yang telah memanfaatkan waktu untuk mengabadikan momen di titik api abadi tersebut. Suasana di lokasi terlihat sangat hidup dengan berbagai rombongan yang tampak antusias menunggu dimulainya ritual.

Merujuk pada informasi dari akun resmi Instagram Waisak Nasional Indonesia, agenda sakral ini dijadwalkan berlangsung sepanjang hari mulai pagi hingga sore. Pengambilan api dilakukan secara bertahap agar seluruh rangkaian prosesi berjalan khidmat dan tertib.

Berikut adalah detail jadwal dan teknis pelaksanaan pengambilan Api Dharma Waisak:

  • Waktu Pelaksanaan: Dimulai pukul 07.00 hingga berakhir pada 15.30 WIB.
  • Estimasi Pengambilan: Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, menyebutkan pengambilan api diupayakan berlangsung sebelum waktu salat Jumat.
  • Lokasi Parkir: Tersedia di halaman utama kawasan wisata, area bahu jalan, serta fasilitas pendukung seperti SPBU di sekitar lokasi.

Informasi jadwal tersebut menjadi acuan bagi para jemaah dan wisatawan yang ingin menyaksikan langsung prosesi penyulutan api suci tersebut. Kehadiran petugas di lapangan juga memastikan alur kendaraan dan kerumunan tetap terkendali.

Pengalaman Pertama Peserta Waisak

Salah satu peserta asal Tangerang, Mario, mengungkapkan kekagumannya saat berkunjung ke situs Api Abadi Mrapen untuk pertama kalinya. Ia memboyong keluarganya dalam rombongan besar yang terdiri dari tiga bus untuk mengikuti rangkaian perayaan tahun ini.

Mario merasa terkesan karena selain bisa mengikuti ritual keagamaan, ia juga dapat melihat fenomena alam api yang tidak pernah padam tersebut secara langsung. Baginya, kunjungan ini memberikan wawasan baru tentang kekayaan budaya dan religi yang ada di Jawa Tengah.

Rencana perjalanan rombongan peserta Waisak dapat diringkas sebagai berikut:

Tujuan Lokasi Tujuan Kegiatan Waktu Kunjungan
Api Abadi Mrapen Pengambilan Api Dharma suci Jumat, 29 Mei 2026
Candi Borobudur Puncak perayaan dan ibadah Waisak Sabtu, 30 Mei 2026

Tabel di atas menunjukkan bahwa situs Mrapen merupakan titik awal sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju pusat perayaan di Magelang. Setelah prosesi di sini selesai, para jemaah akan segera bergeser ke kawasan Candi Borobudur.

Puncak Perayaan di Candi Borobudur

Setelah pengambilan api selesai, seluruh rangkaian utama Waisak akan dipusatkan di Candi Borobudur pada hari Sabtu besok. Agenda tersebut diprediksi akan menarik ribuan umat dan wisatawan mancanegara untuk hadir menyaksikan kemegahan perayaan tahunan tersebut.

Berbagai acara menarik telah disiapkan untuk memeriahkan hari raya umat Buddha ini agar lebih berkesan bagi masyarakat umum. Selain prosesi doa bersama, terdapat juga atraksi visual yang menggabungkan tradisi lama dengan teknologi modern.

Beberapa rangkaian acara utama yang akan digelar di Candi Borobudur meliputi:

  • Ibadah Bersama: Prosesi doa khidmat yang diikuti oleh ribuan umat Buddha dari berbagai majelis.
  • Pradaksina: Ritual berjalan mengelilingi candi searah jarum jam sebanyak tiga kali sebagai bentuk penghormatan.
  • Festival Lampion: Pelepasan ribuan lampion ke langit sebagai simbol penerangan bagi dunia.
  • Drone Show: Pertunjukan cahaya menggunakan pesawat nirawak yang akan menghiasi langit malam Borobudur.

Acara ini tidak hanya menjadi momentum ibadah bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi daya tarik wisata religi yang memperkuat toleransi antarumat beragama di Indonesia. Penyelenggara pun mengimbau pengunjung untuk tetap mematuhi peraturan yang berlaku di area candi.

Artikel terkait

Rekomendasi