TNI Tingkatkan Kewaspadaan di Lebanon Pasca Gugurnya Empat Prajurit

TNI Tingkatkan Kewaspadaan di Lebanon Pasca Gugurnya Empat Prajurit
Foto: Ilustrasi TNI Tingkatkan Kewaspadaan di Lebanon Pasca Gugurnya Empat Prajurit.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperketat pengamanan dan kewaspadaan bagi seluruh personel di Lebanon menyusul gugurnya empat prajurit akibat serangan Israel pada akhir Maret 2026 lalu. Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan personel yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di tengah situasi keamanan yang dinamis.

Peningkatan prosedur pengamanan ini dilakukan sesuai dengan standar operasional yang berlaku pada Satuan Tugas UNIFIL. Dilansir dari Nasional, otoritas militer menekankan pentingnya kepatuhan terhadap protokol demi menjaga integritas misi internasional tersebut.

"Seiring dengan dinamika situasi keamanan di Lebanon, TNI terus meningkatkan kewaspadaan dan memastikan seluruh prajurit menjalankan prosedur pengamanan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono, Sabtu (25/4/2026).

Pihak Angkatan Darat menyatakan bahwa pengawasan terhadap kondisi lapangan di wilayah penugasan dilakukan secara berkelanjutan. Keselamatan setiap personel menjadi prioritas utama dalam menjalankan tugas negara di kancah internasional.

"TNI tetap berkomitmen melaksanakan misi perdamaian dunia secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit serta menjaga kehormatan bangsa di tingkat internasional," kata Donny.

Saat ini, TNI sedang mengurus proses administrasi untuk memulangkan jenazah Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia. Praka Rico merupakan anggota Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang bermarkas di Lebanon Selatan dan menjadi korban terbaru dalam konflik di wilayah tersebut.

"Saat ini, proses administrasi pemulangan jenazah almarhum tengah dilaksanakan," imbuh Donny.

Praka Rico Pramudia tercatat bertugas sebagai Tabakpan 1/C Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Dalam kedinasan harian, ia merupakan personel Taban SO RU 1 Ton 2 Kipan A Yonif 114/SM Brigif 25/Siwah.

Berdasarkan catatan medis, Rico mengembuskan napas terakhir pada Jumat (24/4/2026) pukul 10.32 waktu setempat setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit St. George, Beirut. Kematiannya menambah jumlah korban jiwa dari pihak TNI menjadi empat orang sejak serangan Israel pada 29 Maret 2026.

Tiga prajurit lainnya telah dipulangkan dan tiba di Indonesia pada awal April 2026 lalu. Berikut adalah daftar prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon tersebut:

Nama PrajuritPangkat AnumertaWaktu Kepulangan
Zulmi Aditya IskandarMayor InfAwal April 2026
Muhammad Nur IchwanSerkaAwal April 2026
Farizal RhomadhonKopdaAwal April 2026
Rico PramudiaPrakaDalam Proses Administrasi

Artikel terkait

Rekomendasi