Tito Karnavian Tinjau Huntara Bener Meriah dan Pastikan Bantuan Logistik

Tito Karnavian Tinjau Huntara Bener Meriah dan Pastikan Bantuan Logistik
Foto: Ilustrasi Tito Karnavian Tinjau Huntara Bener Meriah dan Pastikan Bantuan Logistik.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melakukan kunjungan ke hunian sementara (huntara) di Desa Tunyang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Kunjungan yang berlangsung pada Senin (20/4/2026) sore tersebut menjadi momen emosional bagi para penyintas, termasuk Kartini, yang kehilangan suaminya akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 lalu.

Dikutip dari Nasional, Kartini mengungkapkan rasa syukurnya atas penyediaan fasilitas tempat tinggal yang dinilai jauh lebih layak dibandingkan dengan kondisi saat masih berada di tenda darurat.

"Waktu itu saya cerita dan Pak Tito tahu saya kehilangan suami. Suami saya hanyut. Saya bingung. Gimana ini anak-anak saya. Waktu itu Pak Tito bilang bakal secepatnya bangunkan huntara, supaya saya dan anak-anak tinggal (di hunian) layak," kata Kartini.

Dalam pertemuan di lokasi peninjauan tersebut, Kartini sempat menerobos kerumunan warga untuk menyampaikan apresiasi secara langsung kepada Tito Karnavian atas bantuan yang telah diterima keluarganya.

"Saya cuma mau mengucapkan terima kasih sudah dibangunkan huntara. Jujur sangat meredakan (kesulitan hidup) kami ketimbang waktu di tenda," ujar Kartini.

Tito Karnavian sendiri masih mengingat sosok Kartini sebagai salah satu warga yang pernah menyampaikan kegelisahannya saat awal masa pemulihan bencana beberapa bulan sebelumnya.

"Beliau langsung tahu saya, begitu saya bilang 'saya Kartini'. Beliau langsung tanya gimana kabar anak- anak saya. Pak Tito masih ingat betul, waktu pertama kali menemui saya dan anak- anak di tenda. Saya jawab kondisi kami baik," tutur Kartini.

Optimisme warga untuk kembali menata hidup semakin menguat setelah adanya kepastian mengenai rencana pembangunan hunian tetap (huntap) bagi seluruh keluarga terdampak bencana di wilayah Bener Meriah.

"Saya ingin berterima kasih kepada Pak Tito setelah membantu kami. Kami sangat senang tinggal di huntara, kondisi kami sudah membaik," ucap Kartini.

Tito Karnavian menilai kondisi psikologis dan kesejahteraan para penyintas di Desa Tunyang telah menunjukkan kemajuan signifikan sejak kunjungan terakhirnya dua bulan yang lalu.

Fasilitas huntara yang baru rampung tersebut telah dilengkapi dengan berbagai infrastruktur pendukung mulai dari sanitasi, taman bermain, sarana olahraga, aula, hingga rumah ibadah.

"Ini (huntara) luar biasa saya enggak banyak melihat yang seperti ini. Sangat rapi, dan mereka juga terlihat sekali wajah masyarakat jauh berbeda waktu kita dua bulan lalu datang. Mereka menangis. Di sini mereka sudah tersenyum tertawa," kata Tito.

Skema Bantuan Susulan bagi Penyintas

Pemerintah juga telah menyiapkan serangkaian bantuan dana sebagai bagian dari skema pemulihan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang menghuni huntara tersebut.

Bantuan tersebut mencakup dana jaminan hidup sebesar Rp 15.000 per jiwa setiap hari untuk durasi tiga bulan, bantuan isi hunian Rp 3 juta, serta bantuan ekonomi senilai Rp 5 juta per keluarga.

Tito menginstruksikan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk segera memvalidasi data calon penerima hunian tetap agar proses transisi dari huntara ke huntap berjalan lancar.

"Jadi, saya memerlukan data itu secepat mungkin. Nanti, tolong (mereka) didatangi, Bapak Bupati (Bener Meriah Tagore Abubakar), apa pilihan dari warga," ujar Tito.

Artikel terkait

Rekomendasi