Jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra dilaporkan mengalami peningkatan yang bertepatan dengan momen libur Hari Raya Idul Adha 1447 H. Berdasarkan data pemantauan terbaru, total titik panas yang tersebar di wilayah Pulau Sumatra saat ini telah mencapai 203 titik.
Seperti diberitakan oleh Media Indonesia, Provinsi Sumatra Utara menjadi daerah yang mendominasi dengan jumlah titik panas terbanyak yaitu 48 titik. Wilayah lain yang turut menyumbang angka signifikan adalah Aceh dengan 44 titik, diikuti oleh Sumatra Barat sebanyak 42 titik, dan Sumatra Selatan dengan 37 titik. Sementara itu, Jambi mencatat 7 titik, Lampung 3 titik, serta Bangka Belitung sebanyak 2 titik.
Forecaster on duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Anggun R memaparkan persebaran titik panas di wilayah lainnya secara terperinci.
ÔÇ£Sedangkan jumlah titik panas di Provinsi Riau terpantau sebanyak 20 titik,ÔÇØ ujarnya, Rabu (27/5).
Sebaran 20 titik panas yang terdeteksi di Provinsi Riau tersebut mencakup enam wilayah kabupaten. Kabupaten Siak menjadi area dengan konsentrasi hotspot tertinggi yakni 6 titik, disusul Indragiri Hulu sebanyak 5 titik. Selanjutnya, Kabupaten Pelalawan dan Kampar masing-masing memiliki 3 titik, Indragiri Hilir 2 titik, serta Rokan Hulu terpantau ada 1 titik panas.
Pihak BMKG terus mengingatkan warga setempat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran ini.
ÔÇ£BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan meski sebagian wilayah Riau masih berpeluang diguyur hujan dalam beberapa waktu ke depan,ÔÇØ jelasnya.
Kondisi cuaca di wilayah Riau secara umum diprakirakan akan didominasi oleh situasi cerah berawan hingga berawan. Walau demikian, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan masih bisa terjadi di beberapa kawasan, terutama pada waktu pagi, sore, hingga malam hari.
ÔÇ£Berdasarkan pengamatan citra radar cuaca BMKG, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kota Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Indragiri Hilir,ÔÇØ ujarnya.
Pada siang hari, kondisi cuaca di Riau diprediksi berada pada status cerah berawan hingga berawan, dengan potensi hujan ringan lokal di Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hilir. Untuk sore hingga malam hari, wilayah Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir, Kampar, dan Rokan Hulu berpotensi kembali diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Saat dini hari, hujan berintensitas ringan diperkirakan melanda sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, yang disertai kondisi udara kabur hingga berawan. BMKG juga menegaskan bahwa untuk hari ini tidak ada peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang dikeluarkan untuk wilayah Riau.
Suhu udara di Riau secara umum diprediksi berada pada kisaran angka 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara bergerak antara 55 sampai 98 persen. Angin dilaporkan berembus dari arah selatan menuju barat laut dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 30 kilometer per jam.
Anggun R juga memberikan pembaruan mengenai kondisi gelombang laut di wilayah perairan sekitar Riau.
"Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter dan masih tergolong rendah," ujarnya.
Di sisi lain, upaya penanggulangan dan pemadaman api di lapangan terus berjalan secara intensif oleh petugas terkait.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra Ferdian Krisnanto mengatakan, tim Manggala Agni sedang berjibaku melakukan pemadaman Karhutla pada sejumlah lokasi.
ÔÇ£Di antaranya Tkp Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir dilaksanakan oleh Manggala Agni Daops III/Labuan Batu Selatan, Sumatra Utara (Sumut). Kemudian Tkp Kandis, Siak dilaksanakan oleh Manggala Agni Daops IV/ Pekanbaru,ÔÇØ pungkasnya.