Perencana keuangan Mike Rini mengingatkan masyarakat untuk mengevaluasi arus kas keluarga guna mengantisipasi lonjakan pengeluaran menjelang Hari Raya Idul Adha pada akhir bulan ini. Imbauan tersebut disampaikan dalam acara bersama PT Kino Indonesia di Jakarta pada Rabu (29/4/2026).
Kondisi keuangan sebagian keluarga dinilai berpotensi menipis akibat pengeluaran besar selama momentum Idul Fitri bulan Maret lalu. Seperti dilansir dari Lifestyle, langkah refleksi finansial sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan pemborosan yang berulang.
"Momentum dari refleksi inilah yang kemudian kita ambil untuk melakukan perbaikan, sehingga ke depannya bisa lebih baik kondisinya," kata Mike Rini, Perencana keuangan bersertifikat.
Masyarakat disarankan memulai pengecekan keuangan secara sederhana melalui pelacakan riwayat transaksi bulan sebelumnya. Mike menekankan pentingnya transparansi dalam melihat pola konsumsi agar ketersediaan dana cadangan hingga waktu gajian berikutnya tetap terjaga.
"Kita kemudian (cek) saldo tabungan kita berapa, sehingga kita mungkin bisa takar nih sampai gajian berikutnya apa yang perlu kita lakukan," ucap Mike Rini, Perencana keuangan bersertifikat.
Peringatan juga diberikan terkait bahaya pengeluaran kecil yang sering tidak disadari namun dapat menguras kantong lebih cepat dibanding pos belanja terencana. Mike menilai kejujuran dalam melakukan audit internal akan menumbuhkan kesadaran finansial yang lebih kuat.
"Dengan mengetahui yang (sudah) kita lakukan, yang belum kita lakukan, dan yang seharusnya kita lakukan tetapi kita tidak lakukan, itu apa jadi membuat awareness-nya dapat," terang Mike Rini, Perencana keuangan bersertifikat.
Evaluasi ini diharapkan mendorong penerapan gaya hidup belanja berkesadaran atau mindful consumption. Mike menegaskan bahwa mengatur keuangan bukan berarti bersikap pelit, melainkan memastikan setiap pengeluaran memiliki tujuan yang jelas.
"Mindful consumption berarti membeli dengan purpose, bukan karena FOMO atau impulsif," ujar Mike Rini, Perencana keuangan bersertifikat.
Penerapan prioritas pada produk yang praktis dianggap menjadi solusi untuk memulihkan saldo tabungan. Langkah ini ditujukan untuk menutup celah kebocoran arus kas keluarga saat menghadapi perayaan hari besar keagamaan di masa mendatang.