Apresiasi tinggi diberikan oleh Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (Timwas Haji DPR) kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Kinerja para petugas pada musim haji 2026 atau 1447 Hijriyah ini dinilai jauh lebih profesional dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.
Seperti diberitakan oleh Detikcom, penilaian positif tersebut disampaikan langsung oleh salah satu anggota Timwas Haji DPR saat meninjau kesiapan pemberangkatan jemaah.
"Saya mengapresiasi kinerja petugas haji tahun ini ya. Saya kira jauh lebih professional," kata anggota Timwas Haji DPR Lisda Hendrajoni di sela-sela kunjungan pemberangkatan jemaah haji ke Arafah dari Al Hidayah Tower Sektor 10, Makkah, Arab Saudi, Senin (25/5/2026).
Peningkatan kualitas pelayanan ini dinilai tidak lepas dari program pembekalan yang matang. Sebelum bertugas, para personel PPIH telah mengikuti masa pendidikan dan pelatihan intensif selama 20 hari yang digelar oleh pihak kementerian.
"Salah satunya karena pelatihan. Itu membuat sesuatu kedekatan, membuang rompinya masing-masing di sini untuk melaksanakan tugasnya sebagai petugas haji dan ini perlu apresiasi untuk ke depan kita laksanakan seperti ini supaya lebih baik lagi," tutur Lisda Hendrajoni.
Selain faktor sumber daya manusia, aspek fasilitas pendukung bagi para jemaah juga dinilai mengalami grafik kenaikan yang positif. Anggota Komisi VIII DPR tersebut menjelaskan bahwa keluhan dari masyarakat terkait akomodasi sejauh ini belum ditemukan.
"Jemaah tidak ada yang komplain asalkan kendaraannya yang mengantarkan ke masjid (Masjidil Haram) yang jangan sampai telat," kata Lisda Hendrajoni.
Selama berada di Al Hidayah Tower, para jemaah dijadwalkan bakal melewati fase krusial ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Proses pergerakan ini akan menerapkan skema tanazul maupun murur.
"Semoga tidak ada perubahan lagi sehingga memang sesuai dengan rencana. Dan kalau kita lihat murur itu ada penambahan 30 ribu tahun ini ya. Jadi yang tadinya 50 ribu, sekarang menjadi 80 ribu jamaah, termasuk jamaah yang ada di hotel ini," ujar Lisda Hendrajoni.