Tim Linjam PPIH Kembalikan Ratusan Barang Tercecer Jemaah Haji

Tim Linjam PPIH Kembalikan Ratusan Barang Tercecer Jemaah Haji
Foto: Ilustrasi Tim Linjam PPIH Kembalikan Ratusan Barang Tercecer Jemaah Haji.

Tim Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi yang bertugas sebagai tim lost and found terus menyisir barang-barang jemaah haji yang tertinggal di area Bandara King Abdulaziz Jeddah dan Bandara Madinah pada Rabu (13/5/2026). Dilansir dari Cahaya, tim yang beranggotakan 23 personel TNI-Polri ini berupaya memastikan seluruh barang yang tercecer kembali ke tangan pemiliknya.

Mekanisme pengamanan dimulai dari laporan ketua kloter kepada tim mengenai kehilangan barang, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyisiran di lokasi-lokasi rawan seperti toilet, ruang tunggu, hingga koordinasi dengan maskapai jika barang hilang di area pesawat. Koordinasi intensif dilakukan bersama tenaga penghubung Indonesia dan Arab Saudi guna mempermudah akses pencarian di seluruh titik bandara.

Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Kasi Linjam), Abdul Rahim Rahmat, menjelaskan bahwa proses pencarian tetap diupayakan maksimal meskipun jemaah terkadang lupa titik koordinat pasti kehilangan barang mereka.

"Yang menjadi tantangan kita adalah jika jemaah tersebut tidak tahu di mana lokasi barangnya hilang, namun tetap akan kita cari," kata Rahim, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan data operasional, tim telah mengamankan 152 barang tercecer di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah yang seluruhnya telah diserahkan ke Daker Madinah untuk didistribusikan. Sementara itu, volume temuan barang di Bandara Jeddah dilaporkan tidak sebanyak di Madinah, yang diduga karena meningkatnya kewaspadaan jemaah gelombang kedua.

"Mungkin karena jemaah gelombang dua ini juga waspada setelah kita keluarkan imbauan-imbauan terkait barang bawaan," katanya.

Pada Selasa (12/5/2026), tim linjam telah menempuh perjalanan dari Jeddah untuk mengantarkan sejumlah barang temuan ke Makkah demi menjangkau jemaah yang sudah berpindah lokasi. Abdul Rahim mencatat bahwa kartu identitas embarkasi dan kartu nusuk merupakan benda yang paling sering dilaporkan hilang oleh para jemaah.

"Untuk kartu nusuk biasanya karena ikatannya (tali pengait), setelah ditemukan, (talinya) kita ikat lebih kuat," kata dia.

Selain masalah teknis pengait kartu, petugas juga menyoroti kebiasaan jemaah yang menitipkan barang pribadi kepada rekan sesama jemaah yang justru meningkatkan risiko tertinggal atau hilang. Penegasan diberikan agar dokumen vital seperti paspor tetap berada dalam pengawasan pribadi setiap saat.

"Dokumen-dokumen penting itu istilahnya harus menempel di badan, jangan dititipkan," katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi