Penyelenggaraan ibadah haji 2026 resmi mendapat pengawalan setelah Tim Amirul Hajj Indonesia kelompok KH Hasyim AsyÔÇÖari mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada Senin (18/5/2026) pukul 17.40 waktu setempat untuk menjalankan misi diplomasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Kedatangan delegasi yang dipimpin oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, tersebut bertujuan memastikan kelancaran pelayanan bagi jemaah reguler, seperti dilansir dari Cahaya. Tim penasihat ini langsung membagi instansi kerja begitu tiba di tanah suci.
Pengondisian di lapangan dipastikan berjalan cepat melalui koordinasi internal yang ketat. Delegasi ini mengemban peran sebagai representasi resmi negara dalam melakukan pengawasan langsung.
ÔÇ£Hari ini kami langsung melakukan kegiatan dan koordinasi. Tiga tim ini sudah berbagi tugas berdasarkan arahan Pak Menteri untuk melakukan diplomasi sesuai bidangnya masing-masing,ÔÇØ kata Dahnil di Jeddah, Selasa (19/5/2026).
Pergerakan tim ini mencakup pengendalian aspek akomodasi, pemantauan seluruh tahapan prosesi, hingga penyelesaian kendala di lapangan. Otoritas kepemimpinan menegaskan kesiapan intervensi langsung jika muncul hambatan pelayanan.
ÔÇ£Kalau ada masalah-masalah diplomasi atau penyelenggaraan terkait transportasi, maka tim Amirul Hajj akan melakukan peran diplomasi dan koreksi untuk memastikan kelancaran haji,ÔÇØ ujarnya.
Segala bentuk catatan dan temuan dari hasil inspeksi berkala di sektor transportasi maupun logistik tersebut nantinya dihimpun sebagai rujukan perbaikan mutu pelayanan masa depan. Evaluasi komprehensif akan disusun pasca-operasional haji selesai.
Fase kedatangan utusan negara ini dipastikan berlanjut dengan kedatangan kelompok berikutnya. Gelombang kedua dari kelompok KH Ahmad Dahlan yang dipimpin oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mohammad Irfan Yusuf, dijadwalkan tiba di Jeddah pada Selasa sore pukul 17.40 waktu Arab Saudi.