Tiga Operator Besar Bersiap Berebut Spektrum 5G di Indonesia

Tiga Operator Besar Bersiap Berebut Spektrum 5G di Indonesia
Foto: Ilustrasi Tiga Operator Besar Bersiap Berebut Spektrum 5G di Indonesia.

Tiga operator telekomunikasi terbesar di Indonesia resmi memulai persaingan ketat untuk memperebutkan spektrum frekuensi 5G yang krusial. Jaringan seluler nasional bersiap menghadapi perubahan besar setelah para pemain utama ini mendaftar untuk lelang frekuensi.

Kementerian Komunikasi dan Digital mengonfirmasi bahwa PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), dan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) telah mengamankan akun "e-Auction". Langkah ini menjadi syarat wajib untuk memperebutkan pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, seperti dilansir dari Investortrust.

Pelepasan spektrum ini menyediakan total pita basis sebesar 260 MHz yang dibagi menjadi dua fungsi utama. Jaringan frekuensi rendah dialokasikan untuk jangkauan pedesaan, sementara frekuensi menengah disiapkan guna memenuhi kapasitas data perkotaan yang padat.

Lelang ini menjadi tolok ukur penting bagi ambisi infrastruktur digital Indonesia di mata investor global. Pita 700 MHz dikenal sebagai frekuensi emas karena kemampuannya menjangkau wilayah luas dengan menara yang lebih sedikit, sedangkan pita 2,6 GHz menyediakan kapasitas besar untuk kebutuhan kota cerdas dan kecerdasan buatan.

Indosat Ooredoo Hutchison mengambil posisi agresif setelah melakukan merger besar beberapa waktu lalu. Struktur lelang yang kini dinilai lebih ramah investasi mendapat apresiasi positif dari manajemen perusahaan telekomunikasi tersebut.

"We are preparing ourselves to ensure we can participate in both the 2.6 GHz and 700 MHz auctions," kata Vikram Sinha selaku President Director Indosat Ooredoo Hutchison.

Vikram Sinha juga menambahkan bahwa koreksi harga untuk spektrum di Indonesia akan menjadi dorongan besar bagi ekonomi digital yang berbasis kecerdasan buatan.

Di sisi lain, Telkomsel selaku pemimpin pasar dalam jumlah stasiun pemancar 5G berupaya mempertahankan dominasinya. Perusahaan anak dari Telkom Indonesia ini menyatakan telah menyiapkan infrastruktur digitalnya untuk langsung mengoptimalkan frekuensi baru yang berhasil dimenangkan.

Sementara itu, XLSmart memandang lelang ini sebagai instrumen vital untuk meningkatkan efisiensi operasional jaringan. Tambahan spektrum dinilai menjadi jalur paling langsung untuk memangkas biaya operasional sekaligus mendongkrak kecepatan data bagi pengguna.

Target Jangka Panjang Infrastruktur Digital

Proses lelang ini mencakup total 70 MHz pada pita 700 MHz untuk jalur komunikasi naik dan turun, serta 190 MHz pada pita 2,6 GHz. Alokasi ini menjadi bagian penting dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025ÔÇô2029 yang ditargetkan pemerintah untuk menghadirkan koneksi seluler berkecepatan tinggi ke wilayah pinggiran dan pedesaan.

Para peserta lelang memiliki batas waktu hingga 7 Mei untuk menyelesaikan peninjauan dokumen resmi. Seluruh pertanyaan formal dan klarifikasi teknis wajib dikirim melalui sistem elektronik paling lambat 8 Mei sebelum penentuan akhir dari penyedia tulang punggung 5G tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi