Rukun Raharja Berencana Gelar Stock Split dengan Rasio 1:5

Rukun Raharja Berencana Gelar Stock Split dengan Rasio 1:5
Foto: Ilustrasi Rukun Raharja Berencana Gelar Stock Split dengan Rasio 1:5.

Emiten minyak dan gas PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berencana melakukan pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:5. Langkah korporasi ini diambil untuk meningkatkan daya tarik saham perusahaan di mata para investor ritel dengan membuat harganya lebih terjangkau, seperti dikutip dari Stocksetup.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai nominal saham RAJA akan mengalami perubahan dari Rp 25 per saham menjadi Rp 5 per saham setelah aksi korporasi tersebut selesai dilaksanakan.

Perubahan ini juga akan membuat jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan meningkat secara signifikan. Jumlah saham akan bertambah dari posisi awal sebanyak 4.227.082.500 saham menjadi 21.135.412.500 saham.

"Perusahaan berencana melaksanakan stock split dengan mempertimbangkan praktik yang lazim di pasar modal serta dalam rangka meningkatkan kualitas perdagangan saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia," tulis manajemen RAJA dalam keterbukaan informasi, Rabu (13/5/2026).

Pihak manajemen menilai bahwa harga pasar saham RAJA yang berada di level Rp 4.400 per saham per 13 Mei 2026 membuat nilai investasi minimum untuk satu lot saham menjadi relatif mahal bagi sebagian investor ritel.

Melalui kebijakan stock split ini, harga saham RAJA diperkirakan akan menjadi lebih murah dan terjangkau bagi publik tanpa mengurangi total nilai kapitalisasi pasar yang dimiliki oleh perusahaan.

Perusahaan berharap keputusan ini dapat mendongkrak frekuensi serta volume transaksi saham, sekaligus memperbaiki tingkat likuiditas perdagangan di bursa. Selain itu, RAJA juga membidik basis pemegang saham yang lebih luas dan bervariasi.

Manajemen RAJA dijadwalkan akan meminta persetujuan resmi dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan diselenggarakan pada 23 Juni 2026 mendatang.

Apabila rencana tersebut mendapatkan persetujuan, akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi akan jatuh pada 13 Juli 2026.

Selanjutnya, perdagangan saham dengan nominal lama di pasar tunai akan berakhir pada 15 Juli 2026. Seluruh aktivitas perdagangan saham dengan nilai nominal baru di semua pasar kemudian akan dimulai pada 16 Juli 2026.

Analisis Pasar dan Ekspansi Bisnis

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai bahwa rencana aksi korporasi pemecahan saham ini memberikan sentimen yang positif bagi pergerakan saham RAJA.

ÔÇ£Kalau sudah stock split biasanya harga saham jadi lebih murah dan valuasinya bisa menjadi lebih menarik, sehingga lebih likuid,ÔÇØ ujar Nafan, Rabu (13/5/2026).

Nafan menambahkan bahwa secara historis, kebijakan pemecahan nilai saham sering kali menjadi pendorong kenaikan harga pasar menjelang hari pelaksanaan karena adanya peningkatan minat beli dari para investor.

Meskipun demikian, para pelaku pasar dan investor disarankan untuk tetap memperhatikan kondisi fundamental internal perusahaan serta agenda ekspansi bisnis yang saat ini sedang berjalan.

RAJA diketahui sedang aktif menjalankan ekspansi usaha di sektor minyak dan gas bumi serta infrastruktur pendukungnya. Salah satu langkahnya adalah rencana akuisisi 5% saham PT Layar Nusantara Gas (LNG) dengan nilai investasi mencapai US$ 38,57 juta.

Di samping itu, RAJA melalui anak usahanya PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) juga tengah memproses akuisisi saham SMS Development Limited (SMSD). Total nilai transaksi tersebut diperkirakan menyentuh angka US$ 141,21 juta.

Nilai investasi tersebut mencakup kesepakatan akuisisi saham, shareholder loan agreement, hingga bentuk contingent payment. Nafan menilai bahwa rangkaian langkah strategis ini menunjukkan bahwa Grup RAJA mulai memperkuat lini bisnis infrastruktur gas dan tidak hanya bertumpu pada sektor hulu migas.

Artikel terkait

Rekomendasi