Tiga orang dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terjangkit wabah hantavirus di atas kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar di Samudra Atlantik pada Senin (4/5/2026). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi satu kasus positif dan lima kasus suspek lainnya di kapal tersebut.
Dilansir dari Detik Travel, satu warga negara Inggris berusia 69 tahun kini sedang menjalani perawatan intensif di Johannesburg, Afrika Selatan, setelah dipastikan terinfeksi virus tersebut. Hantavirus umumnya menyebar ke manusia melalui kontak dengan urine atau kotoran hewan pengerat dan dapat memicu gangguan pernapasan yang fatal.
Kapal pesiar ekspedisi kutub MV Hondius memiliki panjang 107,6 meter dan mengangkut sekitar 170 penumpang di 80 kabin. Kapal milik Oceanwide Expeditions ini berangkat dari Ushuaia, Argentina pada 20 Maret dan dijadwalkan bersandar di Cape Verde pada 4 Mei.
Operasional kapal didukung oleh 57 awak, 13 pemandu, serta satu dokter untuk melayani para wisatawan. Juru bicara Kementerian Kesehatan Afrika Selatan, Foster Mohale, menjelaskan rincian mengenai penumpang yang berada di dalam kapal pesiar tersebut.
"terdapat sekitar 150 wisatawan dari berbagai negara di dalam kapal tersebut." kata Foster Mohale, Juru bicara Kementerian Kesehatan Afrika Selatan.
Mohale menambahkan bahwa data awal menunjukkan jumlah korban tewas akibat serangan virus tersebut mencakup pasangan suami istri. Pasangan asal Belanda yang masing-masing berusia 70 dan 69 tahun itu dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami gejala mendadak.
"setidaknya dua orang telah meninggal dunia, yakni pasangan asal Belanda berusia 70 dan 69 tahun." ujar Foster Mohale, Juru bicara Kementerian Kesehatan Afrika Selatan.
Penumpang pria dilaporkan menderita demam, sakit kepala, nyeri perut, hingga diare sebelum wafat saat kapal tiba di Pulau St Helena. Istrinya sempat dievakuasi ke rumah sakit di Johannesburg melalui jalur udara namun nyawanya tidak tertolong, sementara korban ketiga dilaporkan masih berada di atas kapal.
Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan terus memantau perkembangan situasi ini untuk memberikan bantuan bagi warga negaranya. Saat ini, otoritas kesehatan sedang mengkaji opsi isolasi di rumah sakit Cape Verde bagi dua penumpang lain yang menunjukkan gejala sakit serupa.
WHO berperan aktif dalam mengoordinasikan proses evakuasi medis antara pihak operator kapal dan negara-negara terkait. Selain penanganan darurat, organisasi ini melakukan penilaian risiko kesehatan masyarakat secara menyeluruh bagi seluruh kru dan penumpang. MV Hondius direncanakan melanjutkan pelayaran menuju Kepulauan Canary, Spanyol, segera setelah seluruh prosedur kesehatan selesai dilaksanakan.