Lonjakan pergerakan jemaah haji Indonesia gelombang kedua mulai memadati Terminal Ajyad, Masjidil Haram, Makkah, seiring kedatangan rombongan dari Jeddah. Kepadatan signifikan dilaporkan terjadi pada Sabtu (9/5/2026) malam, terutama saat ribuan jemaah secara bersamaan kembali ke pemondokan usai menunaikan salat Isya.
Situasi di salah satu titik vital transportasi menuju kawasan Misfalah tersebut dipantau langsung oleh petugas Media Center Haji. Dilansir dari Detikcom, kepadatan arus jemaah ini telah diantisipasi melalui pengoperasian puluhan armada bus Shalawat yang siaga melayani mobilitas jemaah dari dan menuju hotel.
Kepala Pos Terminal Ajyad, M. Rif'at Sitorus, memberikan penjelasan mengenai kondisi terkini di lapangan yang menunjukkan tren peningkatan volume jemaah dalam tiga hari terakhir.
"Pergerakan jemaah tiga hari belakangan ini semakin padat karena gelombang kedua yang dari Jeddah sudah mulai datang di Tanah Haram Makkah Al Mukarramah," ujar M. Rif'at Sitorus, Kepala Pos Terminal Ajyad.
Pengelola terminal saat ini menerapkan kebijakan khusus berupa sistem buka tutup pintu untuk menghindari penumpukan massa di area tunggu bus. Sebanyak 58 armada bus telah dikerahkan guna menjamin kelancaran transportasi bagi jemaah yang hendak pulang ke hotel pemondokan masing-masing.
"Adanya dari jemaah itu gerudukan datang sehingga kebijakan dari syarikah mereka buka tutup untuk mengantisipasi adanya pergesekan dengan jemaah," kata M. Rif'at Sitorus.
Penerapan prosedur ini dilakukan secara teknis dengan memprioritaskan pemberangkatan bus yang kapasitasnya telah terpenuhi. Langkah tersebut diambil agar arus jemaah di pintu masuk terminal tetap terkendali dan meminimalisir risiko kepadatan berlebih di dalam area terminal.
"Ketika sudah mulai full di bus terdepan terus dibuka kembali. Bus yang sudah terisi itu diberangkatkan ke pemondokan," rincinya M. Rif'at Sitorus.
Pihak berwenang berencana untuk terus menambah jumlah armada transportasi seiring bertambahnya jumlah jemaah haji Indonesia yang tiba di Makkah. Penyediaan bus bantuan juga menjadi strategi tambahan saat antrean jemaah mulai memanjang di lokasi terminal.
"Bus akan bertambah sampai nanti 140 bus armada khususnya di Terminal Ajyad," ujar M. Rif'at Sitorus.
Selain mengatur lalu lintas transportasi, petugas di Pos Terminal Ajyad juga aktif melakukan penanganan terhadap jemaah yang mengalami kendala arah. Banyak jemaah yang ditemukan tersasar ke Terminal Ajyad padahal seharusnya mereka menuju Terminal Syib Amir, sehingga petugas perlu memberikan bantuan pengantaran menggunakan kendaraan operasional.