Sebuah artefak bersejarah yang diduga merupakan Yoni ditemukan di area persawahan Dusun Babadan, Desa Duwet, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Benda purbakala tersebut ditemukan di lahan milik Qomaruddin dan telah dipindahkan ke rumah warga demi keamanan pada Jumat (24/4), sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Identifikasi nilai sejarah pada objek tersebut baru disadari sekitar tiga bulan lalu setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak terkait. Sebelumnya, warga setempat menganggap benda tersebut hanyalah batu lumpang biasa yang sering dijumpai di kawasan pertanian tersebut.
Ketua Lembaga Adat Desa Duwet, Candra David Pratama menjelaskan bahwa pemilik lahan awalnya tidak memahami signifikansi historis dari artefak tersebut. Lokasi penemuan yang berada di tengah tanaman jagung sempat menyulitkan aktivitas pertanian rutin warga.
"Awalnya dikira batu biasa. Setelah kami cek langsung di lokasi, bentuknya mengarah ke yoni, salah satu peninggalan budaya masa lampau. Karena itu, kami berinisiatif untuk mengamankannya," kata Candra, Jumat (24/4).
Proses pemindahan artefak dilakukan secara gotong royong oleh perangkat desa, kepala dusun, dan komunitas pemerhati sejarah setelah masa panen berakhir. Berdasarkan observasi awal, fisik Yoni tersebut sudah tidak utuh karena bagian pancuran air dan area atasnya telah patah.
Pencarian di sekitar lokasi penemuan tidak membuahkan hasil dalam menemukan fragmen-fragmen yang hilang. Saat ini, benda cagar budaya tersebut disimpan di kediaman warga bernama Mbah Sumali untuk sementara waktu.
Candra menambahkan bahwa wilayah Desa Duwet memiliki potensi situs sejarah yang besar mengingat adanya temuan serupa sebelumnya. Pihak desa kini tengah berupaya merencanakan pembangunan fasilitas penyimpanan yang layak bagi benda-benda tersebut.
Langkah koordinasi telah dilakukan dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri untuk mendorong pembangunan museum mini. Fasilitas ini direncanakan sebagai pusat edukasi sekaligus sarana pelestarian berbagai artefak yang ditemukan di kawasan tersebut.