Menteri Sosial Saifullah Yusuf menetapkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebagai duta Sekolah Rakyat guna memperkuat program pendidikan bagi anak putus sekolah. Penunjukan ini dilakukan di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/4/2026), sebagai apresiasi atas kontribusi Teddy sejak awal pembentukan program tersebut.
Keputusan tersebut merupakan respons atas permintaan dari berbagai pihak yang terlibat langsung dalam operasional pendidikan tersebut. Dilansir dari Nasional, keterlibatan Teddy mencakup pemberian masukan strategis serta pengawasan intensif terhadap jalannya program di bawah naungan Kementerian Sosial.
"Memang lami minta, tidak hanya saya, tapi juga para guru, kepala sekolah, memang kami minta beliau menjadi duta Sekolah Rakyat. Jadi sejak tahun, sejak awal berdirinya Sekolah Rakyat ini terus berproses, tentu banyak peran Pak Teddy ya dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini," kata Gus Ipul, Menteri Sosial.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Teddy secara konsisten mendampingi perkembangan Sekolah Rakyat. Peran tersebut meliputi aspek teknis di lapangan hingga koordinasi pada level kebijakan pemerintah.
"Mengawal dari awal, terus juga memberikan masukan, ikut memperkuat ya di lapangan maupun di tingkat regulasi. Jadi ada terus membantu kami," ucap Gus Ipul.
Selain peran Seskab, pembentukan regulasi Sekolah Rakyat juga melibatkan sinergi antar-lembaga negara. Gus Ipul menyebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berperan penting dalam mengoordinasikan landasan hukum dengan berbagai kementerian terkait.
"Pak Mensesneg menyiapkan regulasi-regulasinya, berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB, kemudian dengan Dikdasmen, dengan Kementerian Dalam Negeri, dengan Kementerian Pekerjaan Umum ya, dengan kementerian yang lain," kata Gus Ipul.
Dalam pembagian tugasnya, Seskab lebih fokus pada pemantauan implementasi program agar sesuai dengan kebutuhan siswa dan wali murid. Hal ini memberikan dampak psikologis positif bagi komunitas sekolah yang sedang berkembang tersebut.
"Pak Seskab membantu kami untuk melihat lebih jauh di tingkat pelaksanaan di lapangan. Jadi banyak sekali masukan-masukan yang diberikan kepada kami dan juga memberikan semangat kepada siswa serta orang tua dari Sekolah Rakyat," ucap Gus Ipul.
Inisiatif penunjukan duta ini secara resmi diajukan oleh internal kementerian dan tenaga pendidik. Gus Ipul menegaskan bahwa posisi ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen yang telah ditunjukkan Teddy.
"Makanya kemudian ada permohonan dari kami, kami itu maksudnya ya ada guru, ada siswa, ada kami di jajaran Kementerian Sosial untuk meminta Pak Teddy menjadi duta Sekolah Rakyat," tutur Gus Ipul.
Sebelum penetapan ini, Teddy Indra Wijaya telah melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kampus Lembaga Administrasi Negara, Pejompongan, pada Rabu (22/4/2026). Dalam kunjungan itu, ia menekankan visi besar pemerintah dalam sektor pendidikan.
"Keinginan Bapak Presiden adalah bagaimana seluruh anak Indonesia punya cita-cita, punya kesempatan melalui pendidikan yang layak, sehingga ke depan bisa memperbaiki kehidupan kita semua," kata Teddy, Sekretaris Kabinet.
Teddy juga menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena anak yang kehilangan akses pendidikan di wilayah yang berdekatan dengan pusat kekuasaan. Ia berkomitmen untuk melakukan percepatan perbaikan sistem pendidikan secara berkala.
"Di tempat ini tidak jauh dari pusat pemerintahan sekitar 3 sampai 5 kilometer, masih ada ada-ada anak putus sekolah, anak tidak sekolah. Ini masalah sejak lama, makanya kita ingin perbaiki, secara bertahap dan berkala tapi dengan cara secepat mungkin" ucap Teddy.