TBS Energi Utama Tekan Kerugian 83 Persen pada Kuartal I-2026

TBS Energi Utama Tekan Kerugian 83 Persen pada Kuartal I-2026
Foto: Ilustrasi TBS Energi Utama Tekan Kerugian 83 Persen pada Kuartal I-2026.

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melaporkan perbaikan kinerja keuangan signifikan pada kuartal I-2026 yang ditandai dengan pemangkasan kerugian bersih hingga 83 persen di tengah transisi bisnis ke sektor energi hijau. Pencapaian ini diumumkan dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (30/4/2026) menyusul langkah strategis akuisisi dan divestasi sejak tahun sebelumnya.

Dilansir dari Money, pendapatan konsolidasi perusahaan tumbuh 20,5 persen secara tahunan dengan lonjakan laba kotor mencapai 46,7 persen. Arus kas operasional perseroan juga mencatatkan angka positif sebesar 9,9 juta dollar AS, berbanding terbalik dari posisi negatif 2,9 juta dollar AS pada periode tahun 2025.

"Hasil yang kami capai di kuartal pertama ini merupakan validasi atas ketepatan arah transformasi perusahaan. Langkah besar akuisisi dan divestasi di tahun 2025 merupakan bentuk penataan ulang portofolio strategis yang terencana dan krusial bagi masa depan perseroan," ujar Juli Oktarina, Direktur TOBA.

Juli menjelaskan bahwa restrukturisasi aset, termasuk pelepasan unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 200 MW, menjadi faktor utama yang menghilangkan kerugian berulang bagi emiten berkode saham TOBA tersebut.

"Langkah besar akuisisi dan divestasi di tahun 2025 merupakan bentuk penataan ulang portofolio strategis yang terencana dan krusial bagi masa depan perseroan," paparnya Juli Oktarina, Direktur TOBA.

Manajemen menegaskan bahwa penurunan laba yang terjadi saat ini bersifat temporer demi membangun fondasi bisnis yang lebih menguntungkan secara jangka panjang bagi seluruh pemegang saham perusahaan.

"Fase transisi ini akan berdampak sementara pada laba kami, tapi transisi ini diperlukan sebagai fondasi agar TBS menjadi platform bisnis berkelanjutan dengan margin tinggi, yang siap memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham," lanjut Juli Oktarina, Direktur TOBA.

Sektor pengelolaan limbah kini menjadi penopang utama dengan kontribusi 60 persen terhadap total pendapatan konsolidasi. Pendapatan dari segmen ini melonjak 5,5 kali lipat menjadi 51,9 juta dollar AS melalui operasional Cora Environment, Asia Medical Enviro Services (AMES), dan ARAH Environmental.

Di bidang energi terbarukan, PLTM berkapasitas 6 MW telah menyumbang pendapatan 3,2 juta dollar AS, sementara PLTS terapung 46 MWp dijadwalkan beroperasi pada kuartal IV-2026. Segmen kendaraan listrik Electrum juga tumbuh 137,82 persen dengan peningkatan populasi motor listrik menjadi 9.082 unit.

"Capaian pada Q1 2026 ini merupakan bagian dari peta jalan TBS untuk menjadi perusahaan yang lebih berkelanjutan. Dengan posisi kas sebesar 103,3 juta dollar AS dan manajemen modal kerja yang disiplin, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas yang cukup untuk mendukung rencana pertumbuhan dan target netralitas karbon pada tahun 2030," tukas Juli Oktarina, Direktur TOBA.

Artikel terkait

Rekomendasi