Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan ketersediaan sekitar 4.892 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk roda empat hingga Senin (11/5/2026) guna mempercepat ekosistem kendaraan listrik nasional.
Jumlah infrastruktur pengisian daya tersebut diproyeksikan terus meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan untuk mendukung penggunaan transportasi berbasis baterai. Data ini dilansir dari Otomotif terkait progres terkini pengembangan fasilitas pendukung kendaraan listrik.
Koordinator Pelayanan Usaha Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ferry Triansyah, menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan peta jalan pembangunan infrastruktur pengisian daya dalam jangka panjang.
ÔÇ£Hingga Mei 2026, SPKLU roda empat di Indonesia telah mencapai sekitar 4.892 unit. Target pertumbuhan SPKLU roda empat pada tahun 2030 sebesar 62.918 unit,ÔÇØ ujar Ferry.
Ferry menilai pembangunan fasilitas ini tidak hanya berfokus pada perlindungan lingkungan melalui pengurangan emisi, tetapi juga berkontribusi langsung pada penguatan ketahanan energi. Penggunaan kendaraan listrik diprediksi mampu menekan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) serta meringankan beban subsidi negara.
Sebagai strategi percepatan, pemerintah menginisiasi proyek percontohan infrastruktur pengisian daya di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali. Selain itu, program ENTREV telah diperluas ke wilayah Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Banjarmasin, dan Serang di Banten yang turut mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Head of Environment Unit United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, Aretha Aprilia, menyatakan bahwa kondisi geopolitik dunia saat ini mengharuskan Indonesia mempercepat transisi energi menuju kemandirian nasional.
ÔÇ£Pada kuartal pertama 2025, proyek ini juga telah menjalani Mid-Term Review (MTR) dan hasilnya menegaskan bahwa ENTREV tetap relevan dengan tujuan transisi kendaraan listrik nasional Indonesia,ÔÇØ kata Aretha.
Inisiatif ENTREV merupakan kolaborasi strategis antara Kementerian ESDM dan UNDP yang dirancang untuk mereduksi emisi gas rumah kaca. Program tersebut memfokuskan kegiatannya pada penguatan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh di berbagai daerah di Indonesia.