Pemerintah menargetkan wilayah hilir Jakarta bebas dari penumpukan sampah dalam kurun waktu dua tahun ke depan melalui penerapan teknologi Waste to Energy (WtE). Upaya ini diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman antara Danantara dan Pemerintah Provinsi Jakarta di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Senin (4/5/2026).
Dilansir dari Lestari, kolaborasi ini bertujuan mengolah timbulan sampah menjadi energi listrik guna menerangi wilayah ibu kota. Langkah strategis tersebut diambil sebagai respons atas kondisi darurat pengelolaan sampah yang saat ini masih didominasi oleh metode penumpukan terbuka atau open dumping.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa target ambisius ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan sampah nasional secara bertahap hingga tahun 2029. Ia menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan sistem pengolahan berjalan optimal di tingkat hilir.
"Insya Allah 2 tahun lagi 100 persen sampah Indonesia terolah dengan baik insya Allah nanti doakan pada tahun 2029. Mungkin yang belum selesai tinggal yang di rumah-rumah, selain itu kita akan bisa selesaikan," ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian intensif terhadap krisis sampah di Jakarta, terutama mengenai kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang. Komunikasi koordinatif dilakukan secara rutin untuk memastikan integrasi penanganan dari hulu ke hilir.
"Kalau beberapa minggu yang lalu, kami hampir, tiap minggu ditelepon soal sampah, utamanya (tempat pemrosesan akhir/TPA) Bantargebang," tutur Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Data saat ini menunjukkan volume sampah Jakarta mencapai 9.000 ton per hari, dengan 87 persen di antaranya belum terkelola secara baik. Kondisi TPA Bantargebang dilaporkan telah melampaui kapasitas tampung akibat penggunaan metode pembuangan terbuka.
"Kalau diukur, (penumpukan sampah di TPA) Bantargebang itu tingginya sudah seperti gedung berapa lantai itu? 16, 17 lantai," ucap Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sekitar TPA Bantargebang menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membenahi sistem tata kelola sampah. Zulkifli menilai keberhasilan penanganan di Bantargebang akan menjadi tolok ukur utama keberhasilan pengelolaan sampah secara nasional.
"Jakarta ini memang menjadi perhatian khusus bagi Bapak Presiden. Karena kalau Bantargebang Jakarta enggak beres, walaupun beres seluruh Indonesia, kata orang sampah belum beres. Tapi kalau Bantargebang beres, ya yang lain belum beres, kata orang sampah sudah beres," ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.