Kementerian PU Targetkan Tol Palembang-Betung Rampung Kuartal III 2026

Kementerian PU Targetkan Tol Palembang-Betung Rampung Kuartal III 2026
Foto: Ilustrasi Kementerian PU Targetkan Tol Palembang-Betung Rampung Kuartal III 2026.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah melakukan percepatan pembangunan Jalan Tol KayuagungÔÇôPalembangÔÇôBetung guna memperkuat konektivitas koridor utama Jalan Tol Trans-Sumatera. Proyek ini ditargetkan rampung pada kuartal III 2026 untuk mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi logistik di wilayah Sumatera Selatan pada Senin (4/5/2026).

Sebagaimana dilansir dari Kompas, fokus utama pengerjaan saat ini diarahkan pada dua seksi prioritas, yaitu Seksi 1 KramasanÔÇôSungai Rengas dan Seksi 2 Sungai RengasÔÇôPangkalan Balai. Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa keberadaan jalan tol ini memegang peranan krusial bagi konektivitas kawasan perkotaan Palembang menuju wilayah utara.

ÔÇ£Kami terus dukung pembangunan proyek ini agar selesai tepat waktu karena ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,ÔÇØ terang Dody Hanggodo, Menteri PU.

Penegasan tersebut disampaikan mengingat urgensi jalur ini dalam memangkas waktu tempuh dari Palembang menuju Betung. Rute yang semula memerlukan waktu sekitar tiga jam diperkirakan dapat ditempuh hanya dalam waktu satu jam setelah jalur ini resmi beroperasi secara penuh.

Jalan Tol KayuagungÔÇôPalembangÔÇôBetung (Kapalbetung) memiliki total panjang mencapai 111,69 kilometer. Saat ini, ruas KayuagungÔÇôPalembang sepanjang 37,62 kilometer telah dapat digunakan oleh masyarakat, sementara progres pembangunan lanjutan menuju Betung sepanjang 69,19 kilometer dibagi menjadi tiga seksi pekerjaan.

Progres Pembangunan Tol PalembangÔÇôBetung
SeksiRuas JalanPanjang (km)Konstruksi (%)Lahan (%)
Seksi 1KramasanÔÇôSungai Rengas21,592,0795,43
Seksi 2Sungai RengasÔÇôPangkalan Balai3389,8895,58
Seksi 3Pangkalan BalaiÔÇôBetung14,6951,8286,15

Seksi 3 yang menghubungkan Pangkalan Balai hingga Betung memiliki jadwal penyelesaian yang berbeda dibandingkan dua seksi sebelumnya. Pihak kementerian memproyeksikan pengerjaan di wilayah tersebut baru akan selesai sepenuhnya pada awal tahun 2027 mendatang.

Secara finansial, megaproyek ini menelan nilai investasi sebesar Rp 14,98 triliun dengan masa konsesi yang berlaku selama 50 tahun. Pembangunan dijalankan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang melibatkan PT Hutama Karya (Persero) sebagai Badan Usaha Jalan Tol.

Pelaksanaan konstruksi di lapangan dibagi kepada beberapa kontraktor pelaksana yang berbeda untuk setiap seksinya. PT Waskita Karya (Persero) Tbk bertanggung jawab atas pengerjaan Seksi 1 dan Seksi 2, sedangkan pengerjaan Seksi 3 diserahkan kepada PT Hutama Karya Infrastruktur atau HKI.

Artikel terkait

Rekomendasi