PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menargetkan proyek perpanjangan jalur Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai resmi beroperasi mulai Agustus 2026. Kepastian jadwal operasional komersial ini disampaikan pada Rabu (20/5/2026) seiring dimulainya tahap pengujian sistem perkeretaapian.
Pembangunan infrastruktur transportasi publik sepanjang 6,4 kilometer tersebut dilansir dari Detik Travel kini telah mencapai progres pengerjaan sebesar 92,76 persen berdasarkan catatan PT Waskita Karya. Jalur baru ini akan mengintegrasikan lima stasiun baru dengan moda transportasi lain seperti KRL Commuter Line di Stasiun Manggarai dan Transjakarta.
Proses pengerjaan proyek saat ini difokuskan pada pengujian menyeluruh terhadap sistem persinyalan, kelistrikan, komunikasi, jalur, hingga integrasi operasional. Pengujian lintasan awal telah berhasil dilakukan sepanjang 3,6 kilometer dari Stasiun Velodrome hingga Stasiun Pramuka.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin menjelaskan bahwa seluruh rangkaian tahapan pengerjaan proyek perpanjangan rute ini diupayakan berjalan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan perusahaan.
"Untuk LRT Jakarta 1B ini kami targetkan sesuai timeline pada Agustus insya Allah bisa beroperasi secara resmi," ujar Iwan Takwin, Direktur Utama Jakpro.
Pihak manajemen memastikan pengujian teknis dilakukan secara mendalam pada setiap bagian jalur layang demi menjamin faktor keselamatan masyarakat sebelum rute baru tersebut dibuka untuk umum.
"Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap harinya," kata Iwan Takwin, Direktur Utama Jakpro.
Sementara itu, pihak kontraktor terus berupaya melakukan percepatan pembangunan fisik di lapangan dengan memperhatikan area kerja yang berada di kawasan padat lalu lintas Jakarta.
"Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan," kata Paulus Budi Kartiko, Direktur Operasi II Waskita Karya.
Guna menyiasati keterbatasan ruang kerja dan kepadatan kendaraan di kawasan perkotaan, sebagian besar aktivitas konstruksi dialihkan pada malam hari agar meminimalkan gangguan arus lalu lintas.
"Train run yang sudah dilakukan dua kali berlangsung tanpa hambatan," ujar Paulus Budi Kartiko, Direktur Operasi II Waskita Karya.
Kelancaran uji coba jalur dengan pasokan listrik penuh tersebut menjadi modal penting sebelum LRT Jakarta 1B resmi menghubungkan rute lama Pegangsaan DuaÔÇôVelodrome menuju pusat integrasi di Manggarai.