Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan peningkatan rata-rata usia hidup masyarakat Indonesia melalui kebijakan Nutri-Level yang diluncurkan pada Selasa, 12 Mei 2026 di Jakarta. Langkah preventif ini bertujuan mengendalikan konsumsi gula, garam, dan lemak guna menekan risiko penyakit tidak menular.
Target ambisius tersebut mencakup pergeseran angka harapan hidup nasional dalam jangka panjang. Dilansir dari Lifestyle, kebijakan ini menjadi respons atas tingginya angka kematian usia muda yang didominasi oleh penyakit kronis seperti stroke dan jantung.
"Saya punya target di rencana jangka panjang Pemerintah Republik Indonesia adalah menaikkan rata-rata usia hidup atau life expectancy dari 72 ke 76 tahun," jelas Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Budi menjelaskan bahwa saat ini tren usia harapan hidup masyarakat menunjukkan pertumbuhan positif namun masih memerlukan dorongan lebih lanjut untuk mencapai standar yang lebih tinggi.
"Orang Indonesia sekarang baru naik ke 73 tahun dan menuju ke 74 tahun. Satu target lagi namanya healthy adjusted life expectancy atau umur harapan hidup sehat dari 60 menjadi 65 tahun," katanya.
Upaya pencapaian target tersebut dilakukan dengan menurunkan angka kematian usia muda yang saat ini banyak dipicu oleh gaya hidup tidak sehat. Menteri Kesehatan mengidentifikasi beberapa penyakit utama yang menjadi penyebab fatalitas pada kelompok usia produktif.
"Ranking kematian usia muda nomor satu itu stroke, kemudian sakit jantung, kanker, dan ginjal," tambahnya.
Selain ancaman kematian, prevalensi diabetes juga menjadi sorotan utama pemerintah karena dampaknya terhadap beban ekonomi negara dan kualitas hidup individu. Berdasarkan survei terbaru, jumlah pasien diabetes di Indonesia telah mencapai angka yang signifikan.
"Data diabetes di Indonesia itu 11,3 persen menurut survei terakhir. Kurang lebih sekitar 30 juta pasien. Diabetes itu sebentar lagi pasti cuci darah," ungkap Budi.
Sistem Nutri-Level yang diperkenalkan menggunakan skala label A hingga D untuk mengedukasi konsumen mengenai kandungan nutrisi produk olahan. Kategori A menunjukkan kandungan paling rendah, sementara D merupakan kategori dengan kandungan tertinggi yang perlu diwaspadai.
Penerapan kebijakan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Kesehatan dengan Lippo Malls Indonesia, Universitas Pelita Harapan, dan Siloam International Hospitals. Sosialisasi akan diperluas melalui jaringan 70 mal di 37 kota guna menjangkau penyedia makanan serta konsumen secara langsung.