Taksi Listrik Mogok Picu Tabrakan Beruntun Kereta Api di Bekasi

Taksi Listrik Mogok Picu Tabrakan Beruntun Kereta Api di Bekasi
Foto: Ilustrasi Taksi Listrik Mogok Picu Tabrakan Beruntun Kereta Api di Bekasi.

Insiden maut melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL jurusan Cikarang terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam pukul 20.52 WIB. Peristiwa yang menewaskan 15 orang ini dipicu oleh sebuah taksi listrik yang mogok di perlintasan Jalan Ampera setelah diduga menerobos palang pintu.

Kecelakaan beruntun tersebut bermula saat taksi Green SM tertahan di tengah rel hingga tertabrak KRL, yang kemudian berdampak pada terganggunya koordinasi perjalanan kereta lainnya. Dilansir dari Megapolitan, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat, sementara korban luka dievakuasi ke delapan rumah sakit di wilayah Bekasi.

Saksi mata di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa upaya pencegahan telah dilakukan oleh warga sekitar sebelum kecelakaan pertama terjadi. Warga sempat menutup akses perlintasan secara manual menggunakan bambu demi keamanan perjalanan kereta api yang akan melintas.

"Iya kondisi palang sudah ditutup, tapi taksi maksa jalan, nerobos palang pintu, nah pas di tengah itu mogok," ucap Askhin saat ditemui Kompas.com di lokasi kejadian, Selasa (28/4/2026).

Relawan pelintasan tersebut menambahkan bahwa pengemudi kendaraan sempat menyelamatkan diri sesaat sebelum tabrakan terjadi. Sopir tersebut kini telah berada di kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait tindakannya menerobos palang.

"Itu sopir keluar, duduk di pinggir pas kecelakan itu," ucapnya.

Pihak kepolisian mengidentifikasi adanya masalah teknis pada kendaraan taksi listrik tersebut sebagai penyebab terhentinya laju mobil di titik berbahaya. Investigasi awal menunjukkan sistem kelistrikan mobil mengalami kegagalan tepat di atas rel kereta api.

"Kecelakaan ini (KRL tabrak taksi Green SM) diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik, Di mana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera," ucap Sandhi sekitar pelintasan kereta Ampera, Selasa.

Kemacetan jalur akibat taksi yang tertabrak KRL tersebut menciptakan efek domino terhadap jadwal perjalanan kereta api lainnya di lintas Bekasi. Hal ini mengakibatkan unit KRL yang sedang menunggu proses evakuasi berada di jalur yang sama dengan kereta eksekutif berkecepatan tinggi.

"Akibat dari permasalahan kendaraan tersebut, terjadilah tabrakan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan tersebut dan mengganggu proses perjalanan kereta api-kereta api yang lain," tutur Sandhi.

Kurangnya informasi yang akurat mengenai posisi KRL yang berhenti di stasiun menjadi faktor utama terjadinya benturan dengan KA Argo Bromo Anggrek. Kereta relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi tersebut melaju kencang sebelum menghantam rangkaian KRL di depannya.

"Karena perjalanan kereta api lainnya terganggu, KRL yang menunggu proses evakuasi, mungkin akibat kurangnya koordinasi ataupun informasi, tidak mampu memberikan informasi menyeluruh ataupun akurat kepada kereta api Argo Bromo Anggrek," tuturnya.

Polisi mengonfirmasi bahwa tabrakan di Stasiun Bekasi Timur terjadi dalam kondisi kecepatan tinggi yang fatal. Saat ini, kepolisian telah mengamankan pengemudi taksi hijau tersebut untuk proses hukum di Polres Metro Bekasi Kota.

"Di mana ketika itu sedang melintas dengan kecepatan 110 kilometer per jam. Akibat kurangnya informasi dan koordinasi tersebut, terjadilah tabrakan di stasiun Bekasi Timur, lebih tepatnya yang mengakibatkan beberapa korban meninggal dunia," imbuhnya.

Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe menjelaskan status terkini dari pengemudi yang terlibat dalam insiden awal di perlintasan Ampera.

"Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota ya, untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Pak Kasat Lantas," ucap Sandhi.

Merespons tragedi ini, Kementerian Perhubungan mengambil langkah tegas dengan memanggil pihak perusahaan penyedia jasa taksi tersebut. Evaluasi menyeluruh terhadap operasional kendaraan listrik dalam armada taksi menjadi agenda utama pemerintah.

"Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut (Green SM) untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya," ucap Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Stasiun Bekasi Timur, Selasa.

Menteri Perhubungan menyatakan bahwa kepastian mengenai penyebab teknis dan operasional kecelakaan masih menunggu tinjauan resmi dari otoritas keselamatan transportasi. Tim investigasi telah diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung.

"Nanti kita tunggu. Tadi kan saya sudah bilang tunggu KNKT," ucapnya.

Artikel terkait

Rekomendasi