Taksi Listrik Mogok di Rel Bekasi Picu Tabrakan Beruntun Dua Kereta

Taksi Listrik Mogok di Rel Bekasi Picu Tabrakan Beruntun Dua Kereta
Foto: Ilustrasi Taksi Listrik Mogok di Rel Bekasi Picu Tabrakan Beruntun Dua Kereta.

Sebuah taksi listrik VinFast mengalami mati mesin di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera, Bekasi Timur, pada Senin malam yang mengakibatkan tabrakan beruntun melibatkan dua rangkaian kereta api. Insiden ini bermula saat kendaraan operasional Green SM tersebut berhenti mendadak di tengah rel sebelum dihantam oleh KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang.

Dilansir dari Suara, dampak tabrakan tersebut meluas ketika KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur kemudian ditabrak dari arah belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek. Kecelakaan ini memicu diskusi publik mengenai keandalan teknologi kendaraan listrik (EV) saat menghadapi gangguan eksternal seperti medan magnet di perlintasan kereta.

Data resmi ASEAN NCAP menunjukkan bahwa VinFast VF e34 yang terlibat dalam insiden ini sebenarnya memiliki skor keamanan tinggi sebesar 78,99 poin. Kendaraan asal Vietnam tersebut memegang rating bintang empat untuk perlindungan penumpang dewasa, keselamatan anak, serta visibilitas terhadap pengendara motor.

Secara teknis, VF e34 dilengkapi enam airbag, sistem rem ABS, dan Electronic Stability Control (ESC) guna menunjang keamanan pasif. Meskipun struktur kabin dinilai stabil dalam simulasi tabrakan frontal, lembaga penguji sempat memberikan catatan terkait perlindungan marjinal pada area dada pengemudi.

Fitur keamanan aktif seperti pendeteksi titik buta (BSD), Lane Departure Warning (LDW), dan teknologi e-Call untuk panggilan darurat otomatis juga tersemat dalam mobil bertenaga dinamo 110 kW ini. Namun, sistem tersebut diduga gagal berfungsi saat sistem kelistrikan atau ECU terdampak medan magnet rel kereta api.

Pihak terkait kini menantikan hasil investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab kegagalan sistem fail-safe pada mobil cerdas tersebut saat berada di medan ekstrem. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi integrasi keselamatan antarmoda, terutama bagi armada transportasi publik berbasis listrik di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi