Kemenag Jelaskan Tafsir dan Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 257

Kemenag Jelaskan Tafsir dan Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 257
Foto: Ilustrasi Kemenag Jelaskan Tafsir dan Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 257.

Kementerian Agama (Kemenag) RI menjelaskan tafsir dan latar belakang sejarah Surah Al-Baqarah ayat 257 yang mengatur tentang perlindungan Tuhan bagi umat beriman pada Senin (20/4/2026). Ayat ini memberikan perbandingan antara naungan cahaya Illahi dengan kegelapan yang dibawa oleh setan atau tagut.

Dilansir dari Detikcom, penjelasan ringkas dari Kemenag menyebutkan bahwa Allah SWT merupakan pelindung sejati yang mengarahkan hamba-Nya dari kekafiran menuju hidayah. Sebaliknya, orang-orang kafir berada di bawah kendali setan yang menjauhkan mereka dari kebenaran.

Pihak Kemenag menekankan pentingnya menjaga konsistensi iman melalui aktivitas ibadah dan pengayaan ilmu agama. Hal ini bertujuan agar benih keimanan yang mulai tumbuh tidak sirna akibat gangguan setan yang selalu berusaha melenyapkan cahaya petunjuk pada diri manusia.

"Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari aneka kegelapan menuju cahaya (iman). Sedangkan orang-orang yang kufur, pelindung-pelindung mereka adalah tagut. Mereka (tagut) mengeluarkan mereka (orang-orang kafir itu) dari cahaya menuju aneka kegelapan. Mereka itulah para penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya." tulis kutipan ayat tersebut.

Mengenai sejarah turunnya ayat atau asbabun nuzul, terdapat catatan dari Imam As-Suyuthi dalam karyanya. Riwayat dari Ibnu Jarir melalui Abdah bin Abi Lubabah mengaitkan ayat ini dengan masa transisi perpindahan keyakinan umat terdahulu saat kemunculan Islam.

"Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Isa AS, maka ketika Nabi Muhammad diutus, mereka beriman kepadanya, maka turunlah ayat ini kepada mereka." ujar Abdah bin Abi Lubabah.

Perspektif lain disampaikan melalui riwayat Mujahid yang memotret dinamika pengikut Nabi Isa AS saat menghadapi risalah baru. Perbedaan sikap di antara kaum tersebut menjadi latar belakang turunnya wahyu yang menegaskan posisi perlindungan Allah bagi mereka yang tetap teguh dalam iman.

"Bahwasanya dahulu suatu kaum yang beriman kepada Isa AS dan kaum yang lain mengingkarinya. Maka, ketika Nabi Muhammad SAW diutus, orang-orang yang mengingkari Isa beriman kepada Rasulullah, dan orang-orang yang beriman kepada Isa mengingkari Nabi, maka turunlah ayat ini." kata Mujahid.

Artikel terkait

Rekomendasi