Tabrakan melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026) pagi menyebabkan gangguan jadwal perjalanan serta menelan korban jiwa. Dilansir dari Megapolitan, insiden yang terjadi sejak Senin malam ini mengakibatkan operasional KRL tujuan Cikarang hanya dilayani sampai Stasiun Bekasi.
KAI Commuter melalui akun resmi media sosial mengonfirmasi bahwa petugas gabungan masih melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian hingga Selasa pagi. Akibat kendala ini, pola operasi perjalanan kereta mengalami penyesuaian demi keamanan dan kelancaran proses penanganan di area perlintasan.
"Hingga pagi ini proses evakuasi oleh Petugas Gabungan di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung. Selasa 28 April pagi ini perjalanan Commuter Line keberangkatan dan tujuan Cikarang hanya sampai Stasiun Bekasi," tulis KAI Commuter.
Pihak manajemen juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang muncul akibat gangguan tersebut. Pembaruan informasi mengenai jadwal dan operasional akan disampaikan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.
Dampak kecelakaan meluas hingga operasional kereta api jarak jauh yang memaksa PT KAI melakukan pembatalan terhadap 13 jadwal keberangkatan. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi keselamatan operasional selama penanganan insiden berlangsung di wilayah Bekasi.
"Peristiwa di wilayah Stasiun Bekasi Timur membawa duka mendalam. KAI menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak, serta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang alami pelanggan," tulis KAI.
Seluruh penumpang yang perjalanannya dibatalkan mendapatkan kompensasi pengembalian biaya tiket sebesar 100 persen. Masa pengajuan pengembalian dana tersebut tersedia hingga tujuh hari ke depan di loket stasiun yang ditunjuk.
Kronologi kejadian bermula pada Senin malam saat KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang rangkaian KRL yang tengah berhenti. Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada gerbong bagian belakang kereta komuter.
"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong," ujar Munir, salah satu penumpang.
Saksi mata menyebutkan bahwa gerbong khusus perempuan mengalami kerusakan paling parah hingga menyulitkan penumpang untuk keluar. Banyak bagian rangkaian yang ringsek sehingga menutup akses evakuasi mandiri bagi para penumpang di dalam kereta.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, melaporkan bahwa data sementara menunjukkan lima orang meninggal dunia akibat kecelakaan tragis ini. Tim penyelamat masih bekerja di lapangan karena adanya kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah selama proses pembersihan material.
"Sementara ini korban ada lima. Dan tentunya proses evakuasi akan terus berjalan, jadi belum menjadi keputusan jumlah korban," kata Syafii.
Himpitan material gerbong dan ruang gerak yang sempit di dalam area stasiun menjadi tantangan utama bagi personel di lapangan. Tim harus memastikan setiap tindakan dilakukan tanpa membahayakan korban yang mungkin masih terjepit di antara reruntuhan besi.
"Yang menjadi permasalahan adalah space untuk kami melakukan tindakan. Jadi kami melakukan tindakan dari luar ternyata juga mengalami kesulitan tersendiri, kemudian dari dalam, itu juga terbatas," ujar Syafii.
Basarnas menekankan bahwa pemindahan gerbong dilakukan dengan sangat hati-hati untuk melindungi penyintas yang masih terjepit. Fokus utama petugas saat ini adalah mengevakuasi korban dalam kondisi hidup sebelum membersihkan jalur rel sepenuhnya.
| No | Nama Kereta Api | Relasi Perjalanan |
|---|---|---|
| 1 | KA 117B Gunungjati | Cirebon ÔÇô Gambir |
| 2 | KA 56F-53F Purwojaya | Cilacap ÔÇô Gambir |
| 3 | KA 58F-59F Purwojaya | Gambir ÔÇô Cilacap |
| 4 | KA 143B Madiun Jaya | Madiun ÔÇô Pasarsenen |
| 5 | KA 17 Argo Sindoro | Semarang Tawang ÔÇô Gambir |
| 6 | KA 75B Mataram | Solo Balapan ÔÇô Pasarsenen |
| 7 | KA 163 Gumarang | Surabaya Pasarturi ÔÇô Pasarsenen |
| 8 | KA 149 Singasari | Blitar ÔÇô Pasarsenen |
| 9 | KA 94-91 Jayabaya | Malang ÔÇô Pasarsenen |
| 10 | KA 61B Manahan | Solo Balapan ÔÇô Gambir |
| 11 | KA 257 Progo | Lempuyangan ÔÇô Pasarsenen |
| 12 | KA 29F Argo Anjasmoro | Surabaya Pasarturi ÔÇô Gambir |
| 13 | KA 175 Menoreh | Semarang Tawang ÔÇô Pasarsenen |