Viralnya video seorang perempuan diaspora Indonesia yang mengenakan seragam militer Amerika Serikat saat diantar orang tuanya di bandara memicu rasa penasaran publik. Seperti dikutip dari Caritahu, jalur untuk bergabung dengan angkatan bersenjata AS atau US Army memang dimungkinkan bagi warga negara asing melalui prosedur yang ketat.
Perempuan yang menjadi perbincangan tersebut diketahui bertugas sebagai Automated Logistical Specialist (MOS 92A). Peristiwa ini memberikan gambaran bahwa imigran memiliki peluang berkarier di militer Amerika Serikat selama memenuhi kualifikasi resmi Departemen Pertahanan AS (DoD).
Berdasarkan informasi resmi dari laman ARMY Mil, pendaftaran US Army bagi warga negara asing hanya terbuka bagi mereka yang telah memiliki status Green Card atau penduduk tetap yang sah (lawful permanent resident). Pendaftaran tidak dapat diproses langsung dari wilayah Indonesia tanpa dokumen tersebut.
Calon prajurit kategori enlisted diwajibkan berusia antara 17 hingga 34 tahun, dengan catatan izin orang tua mutlak diperlukan bagi pendaftar di bawah 18 tahun. Dari sisi pendidikan, syarat minimal yang harus dipenuhi adalah ijazah setingkat SMA atau General Education Development (GED).
Selain dokumen kependudukan, kandidat harus melalui serangkaian tes fisik dan medis (MEPS) serta ujian ASVAB untuk menentukan spesialisasi jabatan atau MOS. Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris yang baik dan catatan kepolisian yang bersih dari tindak kriminal berat menjadi kriteria wajib lainnya.
Setiap prajurit yang diterima akan menandatangani kontrak dinas aktif yang biasanya berdurasi antara 2 hingga 6 tahun. Militer AS menegaskan bahwa pendaftaran tidak diperkenankan jika tujuannya semata-mata hanya demi mendapatkan status imigrasi.
Prosedur dan Pelatihan Dasar
Tahapan awal pendaftaran dimulai dengan berkoordinasi bersama recruiter resmi US Army, diikuti pengerjaan tes ASVAB dan pemeriksaan kesehatan. Setelah kontrak ditandatangani, peserta wajib mengikuti pelatihan dasar (basic training) yang berlangsung selama sekitar 10 minggu untuk membentuk kedisiplinan dan keterampilan militer.
Gaji Tentara US Army Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, terdapat kebijakan kenaikan gaji dasar (basic pay) sebesar 3,8 persen bagi seluruh prajurit enlisted. Pendapatan ini masih ditambah dengan beragam tunjangan non-pajak yang disesuaikan dengan kondisi penugasan dan status keluarga prajurit.
Prajurit dengan pangkat Private (E-1) yang memiliki masa dinas di bawah dua tahun memperoleh gaji dasar sekitar USD 2.407 setiap bulannya. Sementara itu, untuk pangkat Specialist atau Corporal (E-4), penghasilan bulanan berkisar antara USD 3.000 hingga USD 3.500.
Prajurit senior dengan pangkat Staff Sergeant (E-6) yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun akan menerima basic pay sekitar USD 4.759 per bulan. Jika seluruh komponen tunjangan digabungkan, seorang prajurit pemula berpotensi mengantongi kompensasi tahunan hingga USD 67.000 atau lebih.
Beragam Tunjangan dan Fasilitas
Tunjangan yang diterima prajurit meliputi Basic Allowance for Housing (BAH) untuk biaya tempat tinggal dan Basic Allowance for Subsistence (BAS) untuk kebutuhan makan. Terdapat pula bonus penandatanganan pada jabatan tertentu, tunjangan pakaian, serta tambahan upah untuk penugasan luar negeri atau misi berisiko.
Manfaat Pendidikan dan Masa Depan
Layanan kesehatan komprehensif melalui TRICARE, mencakup perawatan gigi dan penglihatan, tersedia bagi prajurit beserta keluarga mereka. Di sektor pendidikan, program GI Bill dapat menanggung biaya kuliah hingga 100 persen, ditambah bantuan biaya pendidikan tahunan senilai USD 4.500.
Prajurit juga difasilitasi dengan program tabungan pensiun Thrift Savings Plan serta hak pensiun penuh setelah menyelesaikan 20 tahun masa pengabdian. Fasilitas lain mencakup pinjaman perumahan VA Home Loan, jatah cuti berbayar selama 30 hari dalam setahun, serta dukungan pengembangan karier.
Bagi pemegang Green Card yang aktif bertugas, militer Amerika Serikat memberikan keistimewaan berupa percepatan proses naturalisasi. Hal ini memungkinkan prajurit untuk mengajukan permohonan kewarganegaraan AS bahkan sejak mereka masih menjalani masa pelatihan dasar militer.