Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama Bank BJB Lewat RUPST 2025

Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama Bank BJB Lewat RUPST 2025
Foto: Ilustrasi Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama Bank BJB Lewat RUPST 2025.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk resmi mengangkat Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen pada Selasa (28/4/2026). Penunjukan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini berlangsung di Bale Pakuan, Bandung, guna memperkuat struktur tata kelola perusahaan.

Sebagaimana dilansir dari Money, kehadiran Susi Pudjiastuti dalam jajaran pimpinan bank tersebut kini tinggal menunggu proses Penilaian Kemampuan dan Kepatutan. Prosedur ini akan dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai langkah validasi formal kepemimpinan perbankan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, selaku pemegang saham pengendali menegaskan bahwa pemilihan Susi didasari pada rekam jejak integritas dan kapabilitas yang dimilikinya. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi bisnis Bank BJB yang mencatat total aset mencapai Rp221,3 triliun.

"Saya merekomendasikan orang-orang dalam bank bjb yang menurut saya memiliki integritas,ÔÇØ ujar Dedi, Gubernur Jawa Barat.

Penegasan mengenai profesionalitas juga disampaikan oleh Dedi terkait perombakan jajaran komisaris yang telah disepakati oleh seluruh pemegang saham. Ia menjamin bahwa perubahan struktur ini murni untuk kepentingan kemajuan korporasi.

"Untuk jajaran komisaris, kami juga berdasarkan aspek profesionalitas, tidak ada satu pun aspek yang bersifat politik," jelas Dedi, Gubernur Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri memegang kendali kepemilikan saham sebesar 36 persen dalam emiten berkode BJBR tersebut. Dedi menyatakan bahwa seluruh pemangku kepentingan telah mencapai kesepakatan bulat dalam agenda perombakan pimpinan ini.

"Dari Pemda Provinsi Jabar sebagai pemegang saham 36 persen, kami mengedepankan profesionalitas. Sikap profesional itu bisa dibuktikan dari komposisi (pimpinan) yang diusulkan, kemudian disepakati oleh seluruh pemegang saham," ungkap Dedi, Gubernur Jawa Barat.

Restrukturisasi ini diharapkan mampu mendorong Bank BJB tetap mempertahankan posisinya sebagai bank pembangunan daerah dengan aset terbesar di Indonesia. Transformasi direksi dan komisaris menjadi agenda utama dalam meningkatkan daya saing perusahaan di masa mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi