Surat Yasin Lengkap: Teks Arab, Latin, dan Terjemahan Indonesia Terbaru 2026 yang Banyak Dicari

Surat Yasin Lengkap: Teks Arab, Latin, dan Terjemahan Indonesia Terbaru 2026 yang Banyak Dicari
Foto: Surat Yasin Lengkap: Teks Arab, Latin, dan Terjemahan Indonesia Terbaru 2026 yang Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)

Surat Yasin menempati posisi istimewa di hati umat Muslim sebagai salah satu surat dalam Al-Quran yang paling sering dipanjatkan. Baik saat malam Jumat, kegiatan tahlilan, hingga acara doa bersama, ayat-ayat dalam surat ini selalu menggema di berbagai penjuru nusantara.

Surat ke-36 dalam susunan mushaf Al-Quran ini terdiri dari 83 ayat dan termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Kandungannya sarat akan pesan mendalam mengenai keimanan, gambaran kehidupan setelah mati, serta bukti nyata kekuasaan Allah SWT.

Banyak umat Islam kini mencari panduan bacaan Surat Yasin yang lengkap, mulai dari tulisan Arab, transliterasi latin, hingga terjemahan bahasa Indonesia. Hal ini bertujuan agar pembaca tidak hanya sekadar melafalkan, tetapi juga mampu meresapi setiap makna yang terkandung di dalamnya.

Membaca Surat Yasin dipercaya memiliki keutamaan tersendiri bagi yang mengamalkannya. Selain mendapatkan pahala, aktivitas ibadah ini menjadi pengingat bagi setiap individu akan pentingnya mempertebal iman serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan di akhirat kelak.

Keutamaan Membaca Surat Yasin pada Hari Jumat

Dalam khazanah literatur Islam, hari Jumat sering kali disebut sebagai waktu yang sangat istimewa untuk memanjatkan doa. Pada momen tersebut, terdapat waktu-waktu mustajab di mana permohonan hamba memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan oleh Sang Pencipta.

Membaca Surat Yasin di hari Jumat diyakini memiliki kekuatan istijabah atau terkabulnya doa yang lebih kuat. Hal ini dikaitkan dengan kepercayaan bahwa pada waktu tersebut, pintu-pintu langit terbuka lebar untuk menyambut doa tulus dari para hamba-Nya.

Keistimewaan membaca Surat Yasin ini didasarkan pada salah satu hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله
Artinya: "Siapa yang membaca Surat Yasin dan As Saffat pada hari Jumat lalu memohon kepada Allah SWT, niscaya Dia mengabulkan permohonannya." (HR Abu Dawud).

Selain menjadi sarana dikabulkannya doa, Surat Yasin juga dikenal sebagai "jantung" dari kitab suci Al-Quran. Julukan ini menunjukkan betapa krusialnya pesan-pesan yang disampaikan dalam surat tersebut bagi seluruh isi Al-Quran.

Keutamaan luar biasa lainnya dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Darimi dan Tirmidzi berikut ini:

إِنَّ لِكُلِّ شَىْءٍ قَلْبًا وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس َمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ
Artinya: "Setiap sesuatu ada jantungnya. Jantungnya Al-Qur'an adalah surat Yasin. Siapa yang membaca surat Yasin, Allah menulis baginya pahala seolah-olah ia telah mengkhatamkan sepuluh kali Al-Qur'an."

Bacaan Surat Yasin Lengkap: Arab, Latin, dan Terjemahan

Berikut adalah rangkaian bacaan Surat Yasin mulai dari ayat 1 hingga ayat-ayat pembukanya secara lengkap. Panduan ini disusun untuk memudahkan Anda dalam membaca dan memahaminya secara mendalam.

Ayat Teks Arab & Latin Terjemahan Indonesia
1 يسٓ
yā sīn
Yaa siin
2 وَٱلْقُرْءَانِ ٱلْحَكِيمِ
wal-qur`ānil-ḥakīm
Demi Al Quran yang penuh hikmah,
3 إِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ
innaka laminal-mursalīn
Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,
4 عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
'alā ṣirāṭim mustaqīm
(yang berada) di atas jalan yang lurus,
5 تَنزِيلَ ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ
tanzīlal-'azīzir-raḥīm
(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
6 لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمْ فَهُمْ غَٰفِلُونَ
litunżira qaumam mā unżira ābā`uhum fa hum gāfilụn
Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
7 لَقَدْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَىٰٓ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
laqad ḥaqqal-qaulu 'alā akṡarihim fa hum lā yu`minụn
Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman.
8 إِنَّا جَعَلْنَا فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ أَغْلَٰلًا فَهِىَ إِلَى ٱلْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ
innā ja'alnā fī a'nāqihim aglālan fa hiya ilal-ażqāni fa hum muqmaḥụn
Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.
9 وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ
wa ja'alnā mim baini aidīhim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fa hum lãyubṣirụn
Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
10 وَسَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
wa sawā`un 'alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minụn
Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

Lanjutan bacaan Surat Yasin untuk ayat-ayat berikutnya adalah sebagai berikut:

Ayat ke-11: إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ ٱتَّبَعَ ٱلذِّكْرَ وَخَشِىَ ٱلرَّحْمَٰنَ بِٱلْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ (innamā tunżiru manittaba'aż-żikra wa khasyiyar-raḥmāna bil-gaīb, fa basysyir-hu bimagfiratiw wa ajring karīm). Artinya: Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

Ayat ke-12: إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَٰهُ فِىٓ إِمَامٍ مُّبِينٍ (innā naḥnu nuḥyil-mautā wa naktubu mā qaddamụ wa āṡārahum, wa kulla syai`in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn). Artinya: Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).

Ayat ke-13: وَٱضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا أَصْحَٰبَ ٱلْقَرْيَةِ إِذْ جَآءَهَا ٱلْمُرْسَلُونَ (waḍrib lahum maṡalan aṣ-ḥābal-qaryah, iż jā`ahal-mursalụn). Artinya: Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.

Ayat ke-14: إِذْ أَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمُ ٱثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوٓا۟ إِنَّآ إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ (iż arsalnā ilaihimuṡnaini fa każżabụhumā fa 'azzaznā biṡāliṡin fa qālū innā ilaikum mursalụn). Artinya: (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu".

Ayat ke-15: قَالُوا۟ مَآ أَنتُمْ إِلَّا bَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَآ أَنزَلَ ٱلرَّحْمَٰنُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ (qālụ mā antum illā basyarum miṡlunā wa mā anzalar-raḥmānu min syai`in in antum illā takżibụn). Artinya: Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".

Ayat ke-16: قَالُوا۟ رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّآ إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ (qālụ rabbunā ya'lamu innā ilaikum lamursalụn). Artinya: Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu".

Ayat ke-17: وَمَا عَلَيْنَآ إِلَّا ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ (wa mā 'alainā illal-balāgul-mubīn). Artinya: Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".

Ayat ke-18: قَالُوٓا۟ إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا۟ لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ (qālū innā taṭayyarnā bikum, la`il lam tantahụ lanarjumannakum wa layamassannakum minnā 'ażābun alīm). Artinya: Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".

Ayat ke-19: قَالُوا۟ طَٰٓئِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ (qālụ ṭā`irukum ma'akum, a in żukkirtum, bal antum qaumum musrifụn). Artinya: Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas".

Ayat ke-20: وَجَآءَ مِنْ أَقْصَا ٱلْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱتَّبِعُوا۟ ٱلْمُرْسَلِينَ (wa jā`a min aqṣal-madīnati rajuluy yas'ā qāla yā qaumittabi'ul-mursalīn). Artinya: Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu".

Ayat ke-21: ٱتَّبِعُوا۟ مَن لَّا يَسْـَٔلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ (ittabi'ụ mal lā yas`alukum ajraw wa hum muhtadụn). Artinya: Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Ayat ke-22: وَمَا لِىَ لَآ أَعْبُدُ ٱلَّذِى فَطَرَنِى وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (wa mā liya lā a'budullażī faṭaranī wa ilaihi turja'ụn). Artinya: Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?

Ayat ke-23: ءأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدْنِ ٱلرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّى شَفَٰعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَلَا يُنقِذُونِ (a attakhiżu min dụnihī ālihatan iy yuridnir-raḥmānu biḍurril lā tugni 'annī syafā'atuhum syai`aw wa lā yungqiżụn). Artinya: Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafa'at mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

Ayat ke-24: إِنِّىٓ إِذًا لَّفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ (innī iżal lafī ḍalālim mubīn). Artinya: Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

Ayat ke-25: إِنِّىٓ ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ فَٱسْمَعُونِ (innī āmantu birabbikum fasma'ụn). Artinya: Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.

Ayat ke-26: قِيلَ ٱدْخُلِ ٱلْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَٰلَيْتَ قَوْمِى يَعْلَمُونَ (qīladkhulil-jannah, qāla yā laita qaumī ya'lamụn). Artinya: Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kamumku mengetahui.

Ayat ke-27: بِمَا غَفَرَ لِى رَبِّى وَجَعَلَنِى مِنَ ٱلْمُكْرَمِينَ (bimā gafara lī rabbī wa ja'alanī minal-mukramīn). Artinya: Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan".

Ayat ke-28: ۞ وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِن جُندٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ (wa mā anzalnā 'alā qaumihī mim ba'dihī min jundim minas-samā`i wa mā kunnā munzilīn). Artinya: Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

Ayat ke-29: إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً فَإِذَا هُمْ khāmidُونَ (ing kānat illā ṣaiḥataw wāḥidatan fa iżā hum khāmidụn). Artinya: Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

Ayat ke-30: يَٰحَسْرَةً عَلَى ٱلْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ (yā ḥasratan 'alal-'ibād, mā ya`tīhim mir rasụlin illā kānụ bihī yastahzi`ụn). Artinya: Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

Ayat ke-31: أَلَمْ يَرَوْا۟ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ ٱلْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ (a lam yarau kam ahlaknā qablahum minal-qurụni annahum ilaihim lā yarji'ụn). Artinya: Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

Ayat ke-32: وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ (wa ing kullul lammā jamī'ul ladainā muḥḍarụn). Artinya: Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

Ayat ke-33: وَءَايَةٌ لَّهُمُ ٱلْأَرْضُ ٱلْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَٰهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ (wa āyatul lahumul-arḍul-maitatu aḥyaināhā wa akhrajnā min-hā ḥabban fa min-hu ya`kulụn). Artinya: Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

Ayat ke-34: وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّٰتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَٰبٍ وَفَجَّرْنَا fīhā minal-'uyụn (wa ja'alnā fīhā jannātim min nakhīliw wa a'nābiw wa fajjarnā fīhā minal-'uyụn). Artinya: Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,

Ayat ke-35: لِيَأْكُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ (liya`kulụ min ṡamarihī wa mā 'amilat-hu aidīhim, a fa lā yasykurụn). Artinya: supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

Ayat ke-36: سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ (sub-ḥānallażī khalaqal-azwāja kullahā mimmā tumbitul-arḍu wa min anfusihim wa mimmā lā ya'lamụn). Artinya: Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

Ayat ke-37: وَءَايَةٌ لَّهُمُ ٱلَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ ٱلنَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ (wa āyatul lahumul-lailu naslakhu min-hun-nahāra fa iżā hum muẓlimụn). Artinya: Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.

Ayat ke-38: وَٱلشَّمْسُ تَجْرِى لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ (wasysyamsu tajrī limustaqarril lahā, żālika taqdīrul-'azīzil-'alīm). Artinya: Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Itulah rangkaian awal dari Surat Yasin yang penuh dengan hikmah dan pelajaran berharga. Melalui pemahaman terhadap teks Arab dan terjemahannya, diharapkan setiap Muslim dapat memetik pelajaran tentang kebesaran Allah yang tampak jelas dalam alam semesta serta sejarah umat-umat terdahulu.

Artikel terkait

Rekomendasi