Suhu Udara Mekah Capai 43 Derajat Celsius Saat Fase Puncak Ibadah Haji Dimulai

Suhu Udara Mekah Capai 43 Derajat Celsius Saat Fase Puncak Ibadah Haji Dimulai
Foto: Ilustrasi Suhu Udara Mekah Capai 43 Derajat Celsius Saat Fase Puncak Ibadah Haji Dimulai.

Fase puncak ibadah haji dijadwalkan mulai berlangsung besok, Senin (25/5), di tengah kondisi cuaca panas ekstrem yang menyelimuti Kota Mekah. Berdasarkan data Early Warning System (EWS) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia yang dikutip dari Media Indonesia, suhu udara pada siang hari di wilayah tersebut diperkirakan menyentuh angka 43 derajat Celsius.

Lonjakan suhu udara di Mekah terpantau sangat signifikan dari pagi hari yang berada di kisaran 30 derajat Celsius menuju puncaknya pada siang hari. Memasuki waktu sore, temperatur udara diprediksi menurun perlahan ke angka 39 derajat Celsius dan mencapai 36 derajat Celsius saat malam hari.

Kondisi meteorologi untuk esok hari juga menunjukkan tren yang serupa, dengan batas suhu minimum sebesar 30 derajat Celsius dan suhu maksimum konisten di angka 43 derajat Celsius. Tingkat kelembaban udara rata-rata berada pada angka 23 persen RH, sementara kecepatan embusan angin berkisar di angka 12 kilometer per jam.

Kemenhaj secara resmi memasukkan rentang suhu 40 hingga 45 derajat Celsius ke dalam kategori cuaca panas menyengat. Menyikapi situasi ini, jemaah haji Indonesia tahun 2026 diimbau untuk membatasi segala bentuk aktivitas di luar ruangan, khususnya saat siang hari ketika intensitas panas mencapai level tertinggi.

Bagi para jemaah yang masuk dalam kategori lanjut usia atau memiliki riwayat penyakit penyerta, pihak berwenang menyarankan agar pelaksanaan salat dialihkan ke hotel masing-masing guna meminimalisasi kegiatan di luar bangunan. Jemaah yang terpaksa keluar ruangan juga diwajibkan memakai alat pelindung diri secara lengkap seperti masker, payung, topi, kacamata hitam, serta alas kaki.

Upaya pencegahan dehidrasi akibat paparan cuaca ekstrem ini dapat dilakukan jemaah dengan cara mengonsumsi air putih, oralit, ataupun air zamzam secara berkala selama berada di area terbuka.

Tantangan iklim ini sebelumnya telah ditegaskan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi, sebagai salah satu hambatan terbesar dalam fase krusial ibadah haji tahun ini. Pihaknya memproyeksikan temperatur udara di kawasan Arab Saudi selama fase Armuzna bahkan berpotensi menembus angka 47 derajat Celsius.

"Pergerakan jemaah Indonesia dilakukan 8 Dzulhijah pada Senin (25/5) pukul 07.00 WAS. Ini salah satu titik krusial," ujar Dendi.

Guna merespons potensi kepadatan mobilisasi serta dampak buruk dari cuaca ekstrem tersebut, pemerintah Indonesia telah menyiagakan sejumlah petugas di titik-titik vital sepanjang kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Artikel terkait

Rekomendasi