Suhu Makkah Diprediksi Tembus 47 Derajat Celsius Selama Haji 2026

Suhu Makkah Diprediksi Tembus 47 Derajat Celsius Selama Haji 2026
Foto: Ilustrasi Suhu Makkah Diprediksi Tembus 47 Derajat Celsius Selama Haji 2026.

Kondisi cuaca dengan tingkat kepanasan ekstrem diprediksi akan menyelimuti Kota Makkah dan sejumlah kawasan suci selama berlangsungnya musim Haji 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Cahaya, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi memperkirakan lonjakan suhu udara yang sangat tinggi di wilayah tersebut.

Suhu udara berpotensi melonjak hingga menyentuh angka 47 derajat Celsius. Lonjakan suhu ekstrem ini terutama diantisipasi terjadi pada waktu siang hari, yang berlangsung mulai dari awal bulan Dzulhijjah sampai dengan Hari Tarwiyah.

Selain ancaman suhu tinggi, otoritas terkait juga mengeluarkan peringatan mengenai potensi munculnya angin berdebu. Embusan angin tersebut diperkirakan dapat membawa material pasir di sekitar area Makkah, Mina, Arafah, hingga Muzdalifah.

Otoritas meteorologi Arab Saudi menegaskan bahwa pemantauan dinamika cuaca bakal dilangsungkan secara terus-menerus. Pemantauan ketat ini diprioritaskan pada seluruh kawasan suci serta jalur-jalur yang dilewati oleh pergerakan jemaah.

Melalui pernyataan resmi National Centre for Meteorology (NCM) yang dikutip dari Gulf News, kategori cuaca di Makkah selama Haji 2026 berada pada tingkat panas sampai sangat panas.

Kepala Eksekutif NCM, Ayman Ghulam, memaparkan bahwa sepanjang awal Dzulhijjah hingga tanggal 8 Dzulhijjah, suhu udara pada siang hari akan berkisar antara 44 hingga 47 derajat Celsius. Sementara itu, suhu minimum pada malam hari diproyeksikan berada pada rentang 28 sampai 31 derajat Celsius.

Kondisi alam yang ekstrem ini memicu perlunya kewaspadaan yang lebih tinggi dari para jemaah. Risiko gangguan kesehatan seperti kelelahan akut, dehidrasi, serta dampak buruk paparan panas lainnya menjadi ancaman nyata.

Pihak NCM menambahkan bahwa embusan angin permukaan yang kuat berpotensi menerbangkan debu maupun pasir pada siang hari. Situasi ini diprediksi terjadi bertepatan dengan momentum berkumpulnya jutaan jemaah untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji.

Kelembapan udara di wilayah terdampak diperkirakan bergerak di antara angka 10 hingga 40 persen. Untuk pergerakan angin, arah tiupan diprediksi datang dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan konstan 15 hingga 40 kilometer per jam.

Kondisi Cuaca Fase Arafah Hingga 13 Dzulhijjah

Memasuki fase Hari Arafah sampai tanggal 13 Dzulhijjah, kondisi cuaca dilaporkan tidak banyak mengalami perubahan dengan status tetap panas. Langit di atas kawasan suci diperkirakan berada dalam kondisi cerah hingga berawan sebagian.

Aktivitas angin yang membawa material debu dan pasir juga diproyeksikan masih terus berlanjut pada periode ini. Menurut penjelasan Ayman Ghulam, temperatur udara pada fase tersebut akan bergerak di kisaran 42 hingga 44 derajat Celsius.

Meski suhu sedikit menurun, kelembapan udara justru berpotensi mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tingkat kelembapan udara diprediksi bisa meningkat hingga menyentuh angka 55 persen.

Ancaman Rambatan Badai Petir Taif

NCM turut mengeluarkan peringatan dini terkait potensi pertumbuhan badai petir di kawasan dataran tinggi Kegubernuran Taif. Efek perubahan cuaca dari wilayah Taif ini berpeluang besar meluas hingga ke area kawasan suci.

Fenomena badai petir tersebut diwaspadai dapat memicu kemunculan angin turun yang bersifat merusak, termasuk menerbangkan debu dan pasir. Dinamika ini menjadi perhatian serius karena berisiko mengganggu pergerakan masif jemaah yang berada di ruang terbuka.

Pemanfaatan Teknologi Radar dan Kecerdasan Buatan

Ayman Ghulam menyampaikan bahwa seluruh persiapan operasional NCM guna mengawal musim Haji 2026 kini telah rampung dilakukan. Langkah ini melibatkan pengerahan berbagai fasilitas teknologi mutakhir penunjang meteorologi.

Fasilitas penunjang tersebut meliputi penempatan radar cuaca, pemanfaatan sistem satelit, pengoperasian stasiun pemantau tetap maupun bergerak, hingga penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI). Seluruh perangkat ini diintegrasikan demi membantu tugas otoritas pelayan jemaah serta mendongkrak akurasi data prakiraan.

Pihak NCM memastikan proses pemantauan cuaca akan berjalan tanpa henti di Makkah, Madinah, seluruh kawasan suci, serta rute-rute perjalanan jemaah. Informasi prakiraan suhu tinggi ini menjadi alarm penting bagi seluruh jemaah untuk selalu menjaga kebugaran fisik selama di Tanah Suci.

Jemaah haji diimbau untuk selalu memenuhi kebutuhan konsumsi cairan tubuh secara teratur. Menghindari aktivitas non-ibadah di luar ruangan yang berlebihan saat siang hari serta memakai alat pelindung diri menjadi langkah preventif yang krusial.

Artikel terkait

Rekomendasi