Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, memperingatkan jemaah haji Indonesia terkait potensi kenaikan suhu ekstrem di Arab Saudi yang diprediksi terjadi pada puncak musim kemarau, Senin (20/4/2026). Saat ini suhu masih berkisar 37 derajat Celsius, namun diperkirakan akan melonjak drastis saat puncak ibadah haji.
Kenaikan suhu tersebut berkaitan dengan masuknya puncak musim panas di Arab Saudi yang diperkirakan berlangsung pada rentang Mei hingga Juni mendatang. Berdasarkan laporan cuaca setempat, kondisi panas menyengat menjadi tantangan utama bagi kesehatan fisik para jemaah selama berada di Tanah Suci.
"Bulan Mei apalagi Juni itu sudah mulai puncak-puncak kemarau, itu bisa mencapai 45 sampai 47 (derajat Celsius)," kata Khalilurrahman, Kepala Daker Madinah saat ditemui di kantornya sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Mengingat tantangan suhu yang sangat tinggi tersebut, ia mengimbau agar para jemaah tidak mengabaikan protokol kesehatan meskipun kondisi cuaca pada bulan April ini dirasa masih cukup bersahabat. Penguatan daya tahan tubuh melalui asupan pendukung menjadi poin krusial dalam mitigasi risiko cuaca.
"Jadi ini yang perlu diantisipasi, kesehatan tetap penting, jemaah perlu membawa vitamin," tegas Khalilurrahman, Kepala Daker Madinah.
Selain masalah fisik, kesiapan mental dan pemahaman tata cara ibadah juga menjadi sorotan pihak otoritas haji. Ia menekankan bahwa kepadatan aktivitas selama rangkaian ibadah sunnah maupun wajib dapat menguras energi secara signifikan jika tidak dikelola dengan baik.
"Ketika mereka di Madinah, ibadah apa sih yang akan mereka lakukan di Madinah? Ziarah ke Raudhah, apa doanya di Raudhah itu? Ketika mereka melaksanakan salat di Madinah, salat sunnah, salat taubat atau salat tasbih, apa yang dibaca? Ketika ziarah ke Uhud, bagaimana doa ziarah ke Uhud? Ziarah Baqi," urai Khalilurrahman, Kepala Daker Madinah.
Pendalaman terhadap buku panduan manasik haji dinilai sangat membantu jemaah agar prosesi di Makkah dan Madinah berjalan lancar. Hal ini dimaksudkan agar seluruh tahapan, mulai dari tawaf hingga tahallul, dipahami secara mendalam oleh setiap individu jemaah.
"Demikian pula nanti prosesi ketika mereka berhaji ya, tawaf, sai, tahallul itu dibaca semuanya. Jangan sampai mereka beribadah tapi nggak tahu apa yang mesti dilakukan," sambung Khalilurrahman, Kepala Daker Madinah.
Pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia sendiri dilakukan dalam dua gelombang menuju Madinah dan Jeddah. Kelompok terbang (kloter) pertama dijadwalkan mulai lepas landas pada 22 April 2026, sementara proses operasional kedatangan kloter terakhir akan berlangsung hingga 21 Mei 2026.