Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara bersinergi dengan pihak swasta meluncurkan program pemilahan limbah rumah tangga bernilai ekonomis di wilayah Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, pada Sabtu (16/5/2026). Langkah ini ditempuh sebagai solusi konkret dalam mengatasi persoalan penumpukan sampah langsung dari sumbernya, seperti dilansir dari Media Indonesia.
"Selain membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir di Bantar Gebang, program ini juga memberikan manfaat secara finansial sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat,ÔÇØ ujar Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Edy Mulyanto.
Aparatur pemerintah setempat mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan sektor swasta dalam menyukseskan gerakan peduli lingkungan ini. Dorongan diberikan agar warga semakin aktif mengubah sisa buangan rumah tangga menjadi produk yang mendatangkan keuntungan finansial.
"Selain membantu menciptakan lingkungan lebih bersih, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan kemandirian ekonomi warga. Sebab, adanya pengelolaan sampah anorganik (plastik dan kertas) yang dipilah dan ditabung di bank sampah," pungkas Edy.
Penyaluran donasi korporasi ini melibatkan Mandiri Utama Finance (MUF) bersama Yayasan Kumala demi menyokong sistem prasarana pengelolaan sampah setempat. Acara seremonial tersebut turut dihadiri oleh jajaran direksi perusahaan, lurah, serta perwakilan pengurus RT dan RW lingkungan Rorotan.
Pihak korporasi menyatakan bahwa pemberian bantuan fasilitas ini merupakan bagian dari implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Upaya edukasi keuangan juga diberikan agar masyarakat dapat mengelola hasil tabungan sampah secara produktif.
ÔÇ£Melalui program bank sampah di Rorotan ini, kami ingin menghadirkan kontribusi nyata yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat." kata Corporate Secretary & Legal Division Head MUF Elisabeth Lidya Sirait.
Sektor swasta menilai integrasi antara pemerintah, dunia usaha, dan elemen masyarakat memiliki potensi besar untuk menggerakkan perubahan lingkungan yang positif. Pengadaan infrastruktur penunjang diharapkan memicu kesadaran komunal yang lebih luas dan berkelanjutan.
ÔÇ£Kami percaya kolaborasi dunia usaha, pemerintah, dan juga masyarakat bisa menjadi sebuah kekuatan besar dalam menciptakan perubahan positif berkelanjutan,ÔÇØ papar Elisabeth.