Sequis Life menekankan pentingnya peran setiap individu sebagai pahlawan finansial keluarga melalui perencanaan dan implementasi tujuan keuangan yang tepat demi mengamankan aset masa depan. Strategi ini melibatkan pengembangan dana pada instrumen tepercaya serta pengelolaan risiko yang sesuai dengan profil pribadi setiap nasabah.
Pengelolaan instrumen finansial harus dilakukan secara prosedural guna melindungi harta yang dikumpulkan untuk orang tercinta. Hal ini disampaikan sebagai upaya edukasi agar masyarakat tidak terjebak pada tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak wajar tanpa legalitas yang jelas, sebagaimana dilansir dari Investortrust.
"Pahlawan finansial bertugas melindungi masa depan keluarga dengan mengamankan harta, aset, dan tabungan yang ada dan yang sedang Anda kumpulkan bagi orang-orang yang Anda cintai. Caranya dengan mengembangkan dana dan aset Anda pada instrumen finansial yang tepat dan tepercaya sehingga dana dan aset tersebut dapat berkembang sesuai prosedur yang benar," tutur Faculty Head Sequis Quality Builder Sequis Training Academy of Excellence, Fandi Murdani.
Penekanan pada aspek legalitas menjadi faktor krusial dalam memilih produk investasi agar terhindar dari potensi kerugian modal akibat dinamika ekonomi global. Fandi mengingatkan bahwa pemahaman terhadap hak, kewajiban, manfaat, serta risiko produk adalah syarat mutlak sebelum menempatkan dana pada lembaga pengelola yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Hindari memutuskan sendiri rencana keuangan keluarga. Ada baiknya kita dengar pendapat dan saran dari anggota keluarga demi kebaikan bersama. Sebaiknya, mereka pun mengetahui rencana dan kondisi keuangan keluarga sehingga bisa sama-sama menentukan kebutuhan apa saja yang harus tetap dipenuhi, dan yang masih bisa ditunda. Berapa kewajiban utang yang dimiliki serta adakah rencana untuk mengembangkan aset keluarga. Dengan demikian, anggota keluarga dapat turut andil dan merasa bertanggung jawab untuk menjaga dan meningkatkan aset keluarga," imbau Fandi.
Komunikasi yang terbuka dengan pasangan dan anggota keluarga menjadi langkah awal sebelum mengambil keputusan besar seperti penjualan aset atau pengajuan pinjaman. Selain itu, manajemen utang konsumtif disarankan tidak melebihi 15 persen dari total pendapatan agar beban finansial tetap terkendali.
"Sebaiknya jika mendapat uang tunai dari bonus, THR, atau penghasilan dari pekerjaan tambahan, manfaatkan untuk bisa mempercepat pelunasan utang. Dengan mengurangi beban utang secara perlahan maka Anda dan keluarga dapat leluasa dalam melakukan perencanaan keuangan terutama memiliki polis asuransi karena asuransi adalah fondasi dari konsep perencanaan keuangan untuk terhindar dari risiko kerugian finansial yang besar," imbau Fandi.
Persiapan dana pendidikan anak hingga perguruan tinggi juga menjadi prioritas mengingat tingginya angka inflasi biaya pendidikan setiap tahun. Pengalokasian dana pada instrumen yang tetap terjaga meskipun terjadi risiko pada orang tua dianggap sebagai langkah preventif yang esensial dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak.
Kepemilikan asuransi kesehatan dan jiwa berperan meminimalisir dampak finansial saat terjadi risiko sakit kritis atau kematian pada pencari nafkah utama. Uang pertanggungan dari asuransi tersebut berfungsi menjaga kualitas hidup keluarga tetap stabil di tengah situasi yang tidak terduga.
"Jangan tunda mengambil peran sebagai pahlawan finansial keluarga. Segera lakukan perencanaan keuangan sejak dini dengan cara yang tepat karena kita tidak pernah tahu kapan risiko keuangan bisa terjadi," kata Fandi.