Stasiun Bogor Perpanjang Peron Jalur 6 Sampai 8 Mulai 15 April

Stasiun Bogor Perpanjang Peron Jalur 6 Sampai 8 Mulai 15 April
Foto: Ilustrasi Stasiun Bogor Perpanjang Peron Jalur 6 Sampai 8 Mulai 15 April.

PT KAI Commuter mulai melaksanakan proyek perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor pada Rabu, 15 April 2026. Langkah ini diambil guna meningkatkan kapasitas layanan stasiun yang setiap harinya melayani mobilisasi sekitar 98.000 hingga 100.000 penumpang, dilansir dari Megapolitan.

Proyek pengembangan infrastruktur ini bertujuan agar jalur-jalur tersebut mampu melayani Commuter Line dengan stamformasi 12 kereta (SF12). Sebelumnya, kapasitas maksimal peron di jalur tersebut hanya mampu menampung rangkaian dengan 10 kereta (SF10).

Pembangunan fasilitas baru ini mendapatkan perhatian dari pengguna jasa transportasi kereta api terkait kelengkapan sarana pendukung. Anwar Maulana (29), seorang penumpang, menyatakan dukungannya terhadap perpanjangan peron namun meminta agar penyediaan kanopi menjadi prioritas utama pihak pengelola.

"Kalau dipanjanganin jadi semuanya bisa 12 rangkaian, penumpang dari Bogor-kan banyak banget tapi tambahin kanopi. Di Stasiun Bogor itu tau kota hujan, malah enggak ada kanopinya," kata Anwar kepada Kompas.com, Rabu.

Pria tersebut mengungkapkan bahwa permintaan terkait penambahan atap pelindung ini merupakan keluhan lama yang sering disampaikan oleh para pengguna. Ia merasa kenyamanan penumpang saat cuaca ekstrem masih sangat minim di area peron tersebut.

"Udah sering minta (ada kanopi). Tapi gini-gini aja. Hujan kehujanan kalau panas kepanasan," ujarnya.

Kebutuhan akan kanopi yang saling terintegrasi antarperon juga ditegaskan oleh Rina Setiawati (34). Ia seringkali mengalami kendala saat harus menunggu kereta di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu akibat minimnya perlindungan atap dari area pintu masuk hingga ke peron.

"Kadang kita lagi nunggu kereta, tahu-tahu hujan. Kanopi enggak ada, ya basah semua. Jadi semoga ke depan diperhatiin juga, jangan cuma peronnya diperpanjang, tapi kanopi dari tempat tap in sampai semua peron itu nyambung," ujarnya.

Senada dengan penumpang lainnya, Dedi Kurniawan (41) menilai keberadaan kanopi sangat krusial bagi kenyamanan harian. Ia menyoroti ukuran kanopi saat ini yang dianggap terlalu sempit sehingga tidak efektif melindungi penumpang dari terpaan air hujan yang masuk ke area tunggu.

"Menurut saya kanopi itu penting banget, soalnya kita nunggu kereta bisa lama juga. Di Bogor kanopi sekuncup doang, buat kepala doang. Pas hujan badan tetep aja basah," kata Dedi.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa pekerjaan perpanjangan rel ini memaksa penutupan peron 6 hingga 8 selama 90 hari. Selama masa pengerjaan, pihak operator melakukan penyesuaian operasional demi keamanan dan kelancaran arus penumpang.

"Pengguna Commuter Line Bogor yang naik dan turun hanya akan dilayani di peron jalur 2-3 dan peron jalur 4-5," ujar Karina dalam keterangan resminya, Selasa (14/4/2026).

Penyesuaian ini berdampak pada perubahan waktu keberangkatan dan kedatangan 31 jadwal perjalanan KRL. Karina menyebutkan adanya pergeseran waktu sekitar 2 hingga 3 menit dari jadwal normal akibat perubahan pola operasi tersebut.

"Terdapat penyesuaian 31 jadwal keberangkatan dan kedatangan perjalanan Commuter Line Bogor selama 2-3 menit dari jadwal sebelumnya," kata dia.

Guna meminimalkan dampak gangguan bagi penumpang, KAI Commuter telah menyiapkan selasar dan titik penyeberangan rel sementara dari arah pintu masuk sisi barat. Pengaturan akses di Hall Barat juga akan diberlakukan secara situasional untuk mencegah kepadatan berlebih pada jam-jam sibuk.

Artikel terkait

Rekomendasi