Universitas Stanford melalui Stanford Graduate School of Business (GSB) membuka pendaftaran Stanford Seed Transformation Program (STP) angkatan 2027 untuk pengusaha Indonesia mulai Kamis (14/5/2026). Pelatihan bisnis paruh waktu selama 10 bulan ini ditujukan guna membantu transformasi usaha skala menengah agar tumbuh berkelanjutan.
Pendaftaran program yang dilansir dari Lifestyle ini akan dibuka sampai 1 Juni 2026. Pelatihan dijadwalkan berjalan dari Januari hingga November 2027 dengan format hybrid, yang memadukan sesi daring dan luring bersama para pengajar dari Stanford GSB.
Pihak penyelenggara mewajibkan CEO atau pendiri bisnis meluangkan waktu lima hingga delapan jam per minggu. Sementara itu, jajaran manajemen perusahaan perlu mengalokasikan waktu dua hingga empat jam setiap pekan untuk mengikuti program ini.
Country Director Stanford Seed Indonesia Philip Setiadi menjelaskan bahwa program tersebut membawa kurikulum bisnis kelas dunia ke tanah air. Pengusaha lokal kini dapat meningkatkan kapasitas manajemen mereka tanpa perlu meninggalkan operasional harian perusahaan.
"Dalam kesempatan ini kami menghadirkan pendidikan bisnis kelas dunia langsung ke Indonesia bagi para pengusaha, CEO, dan founder yang siap mengembangkan perusahaannya. Apalagi pada program kali ini kami juga menawarkan beasiswa bagi peserta yang memenuhi syarat," ujar Philip dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Inisiatif ini menyasar pelaku usaha dengan pendapatan tahunan berkisar antara US$ 300.000 hingga US$ 15 juta, atau setara Rp 5 miliar sampai Rp 230 miliar. Syarat lain yang harus dipenuhi adalah kepemilikan minimal tiga anggota tim manajemen di luar pemilik bisnis.
Pengembangan bisnis melalui program ini mencakup materi strategi, pemasaran, keuangan, kepemimpinan, hingga penyusunan rencana transformasi untuk tiga hingga lima tahun ke depan. Para peserta juga berkesempatan bergabung dalam Seed Transformation Network yang memuat lebih dari 1.500 alumni global.
Manfaat pelatihan tersebut dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal yang telah menyelesaikan program pada angkatan sebelumnya. Penajaman strategi bisnis menjadi salah satu hasil utama yang diperoleh para alumni setelah mengikuti rangkaian lokakarya.
Co-Founder & CEO dibimbing.id dan Cakrawala University, Zaky Muhammad Syah, menyatakan bahwa keikutsertaan dalam pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap struktur kepemimpinan perusahaannya.
"Hasilnya, pendapatan kami tumbuh signifikan, tingkat kepuasan pelanggan meningkat, dan kami memperluas kemitraan perekrutan dengan lebih dari 1.000 perusahaan," ujar Zaky.
Hasil evaluasi komite seleksi terhadap berkas administrasi, video perkenalan, laporan keuangan, dan wawancara peserta dijadwalkan diumumkan pada September 2026.