Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) menyatakan komitmen penuh untuk mengawal berbagai kebijakan strategis pemerintah yang dinilai berpihak pada kepentingan rakyat pada Senin (4/5/2026). Dukungan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum SOKSI, Mukhamad Misbakhun, seusai menggelar rapat pleno organisasi di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta.
Organisasi sayap Partai Golkar tersebut memastikan akan mengawasi implementasi arahan Presiden, terutama yang berkaitan dengan momentum Hari Buruh. Penegasan mengenai peran organisasi sebagai pengawal kebijakan nasional ini dilansir dari Nasional.
"Tugas kami adalah mengawal agar kebijakan tersebut dapat diimplementasikan," ujar Misbakhun, Ketua Umum SOKSI.
Salah satu fokus utama yang disoroti adalah langkah korporasi melalui Danantara dalam pengelolaan saham Gojek. Kebijakan ini dianggap krusial karena secara teknis meningkatkan porsi pendapatan mitra pengemudi dari kisaran 80 persen menjadi 92 persen.
"Ini merupakan langkah strategis yang memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat," ujar Misbakhun, Ketua Umum SOKSI.
Peningkatan kesejahteraan melalui ekosistem transportasi digital tersebut dipandang sebagai bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil. Selain aspek digital, SOKSI juga memberikan perhatian besar pada kebijakan energi nasional.
Misbakhun menilai keputusan pemerintah untuk mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sangat vital bagi stabilitas ekonomi. Langkah ini dianggap efektif dalam melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika global.
"Kebijakan ini sangat penting untuk melindungi masyarakat kecil dari gejolak harga energi dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Misbakhun, Ketua Umum SOKSI.
Organisasi ini juga memberikan dukungan politik terhadap keberlanjutan subsidi di sektor pangan dan elpiji sebagai bagian dari penguatan perlindungan sosial. Seluruh poin strategis ini akan dibawa ke forum yang lebih besar pada pekan depan.
SOKSI dijadwalkan akan menyelenggarakan rapat kerja nasional (rakernas) dan rapat pimpinan nasional (rapimnas) di Bandung pada Senin (11/5/2026). Forum tersebut akan menjadi sarana konsolidasi internal sekaligus penguatan dukungan terhadap agenda pembangunan nasional ke depan.