Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan perkembangan positif terkait produksi gas nasional. Hingga akhir Mei 2026, realisasi produksi gas bumi di Indonesia telah menyentuh angka 95 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa capaian ini mendekati target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Target tahunan yang dipatok pemerintah adalah sebesar 984 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD).
Berikut adalah rincian data operasional produksi gas bumi selama lima bulan pertama tahun 2026:
- Januari: 6.459 MMSCFD
- Februari: 6.667 MMSCFD
- Maret: 6.659 MMSCFD
- April: 6.807 MMSCFD
- Mei: 6.179 MMSCFD
Secara rata-rata, realisasi produksi gas hingga 31 Mei 2026 berada di angka 6.550 MMSCFD. Angka ini diharapkan terus terjaga hingga akhir tahun untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
Proyeksi Akhir Tahun dan Temuan Cadangan Baru
Pemerintah optimis bahwa produksi gas bumi akan terus stabil hingga tutup buku tahun 2026. Proyeksi total produksi gas diperkirakan mampu mencapai angka 6.787 MMSCFD pada akhir periode tersebut.
Kabar menggembirakan juga datang dari sektor eksplorasi dengan adanya temuan cadangan gas berukuran raksasa. Perusahaan energi ENI asal Italia berhasil menemukan potensi gas besar di Sumur Geliga-1, Blok Ganal, Kalimantan Timur.
Informasi detail mengenai potensi temuan cadangan energi baru tersebut meliputi:
| Jenis Sumber Daya | Estimasi Potensi Cadangan |
|---|---|
| Gas Bumi | 5 Triliun Kaki Kubik (Tcf) |
| Kondensat | 300 Juta Barel |
Penemuan di lepas pantai Kalimantan Timur ini menjadi angin segar bagi ketahanan energi Indonesia di masa depan. Fokus SKK Migas selanjutnya adalah memastikan proses eksplorasi berjalan sesuai rencana.
Target Eksplorasi Minyak dan NGL
Djoko Siswanto menjelaskan bahwa saat ini masih terdapat sisa 34 sumur yang masuk dalam program pengeboran eksplorasi. Ia berharap aktivitas ini membuahkan temuan minyak dan gas yang signifikan bagi negara.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian utama adalah pengeboran di wilayah Bobara. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Petronas, Total, dan Pertamina yang menargetkan penemuan cadangan minyak raksasa.
Terkait sektor minyak, realisasi produksi minyak, kondensat, dan Natural Gas Liquid (NGL) hingga Mei 2026 tercatat sebesar 576,2 ribu barel per hari. Angka tersebut terdiri dari minyak mentah sebesar 491,3 ribu BOPD serta tambahan dari kondensat dan NGL.
SKK Migas memproyeksikan total produksi minyak dan produk turunannya akan berada di kisaran 600 hingga 610 ribu BOPD hingga akhir tahun. Target maksimal tersebut sejalan dengan angka yang telah ditetapkan dalam APBN 2026.