Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Pembangunan Yon TP 887 Lamongan

Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Pembangunan Yon TP 887 Lamongan
Foto: Ilustrasi Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Pembangunan Yon TP 887 Lamongan.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja untuk memantau langsung progres pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 887/KTM di Desa Slaharwotan, Kabupaten Lamongan. Satuan baru ini diproyeksikan membawa pengaruh positif bagi kesejahteraan warga setempat, khususnya pada penguatan sektor pangan daerah.

Dilansir dari Nasional, kehadiran kesatuan militer ini memiliki fungsi ganda yang tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan negara. Prajurit yang bertugas nantinya akan memegang peran vital dalam program pembinaan wilayah serta penanggulangan bencana alam di sekitar lokasi markas.

"Kehadiran Yonif TP 887/KJM di Lamongan bukan hanya untuk pertahanan, tapi juga ini untuk membantu rakyat. Prajurit akan terlibat dalam program ketahanan pangan, penanggulangan bencana, dan pembinaan wilayah,ÔÇØ ujar Sjafrie dalam siaran pers yang dikutip pada Rabu (29/4/2026).

Pemilihan Lamongan sebagai pusat kedudukan Yonif TP 887/KJM didasarkan pada analisis mendalam mengenai potensi besar yang dimiliki wilayah tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi konsep baru dalam tubuh TNI Angkatan Darat untuk mendorong pembangunan daerah secara lebih masif.

ÔÇ£Yonif TP 887/KJM adalah konsep baru TNI AD. Selain bertugas menjaga kedaulatan, prajurit juga jadi motor pembangunan di daerah. Lamongan dipilih karena potensinya besar,ÔÇØ tegas dia.

Fasilitas yang sedang dibangun mencakup sarana prasarana lengkap bagi para prajurit. Selain barak dan lapangan upacara, area ini dilengkapi dengan lahan ketahanan pangan terintegrasi yang akan dikelola langsung oleh satuan tersebut untuk mendukung kemandirian pangan nasional.

Target Pembangunan Satuan Teritorial Nasional

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah menyusun peta jalan ambisius dalam memperkuat struktur teritorial di Indonesia. Secara bertahap, pemerintah menargetkan penambahan ratusan satuan baru setiap tahunnya guna memastikan pemerataan pembangunan dan stabilitas keamanan di tingkat kabupaten dan kota.

ÔÇ£Dan rencana setiap tahun akan dibangun 150 Batalyon Teritorial Pembangunan,ÔÇØ kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Rencana strategis ini sebelumnya telah dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi antara Menteri Pertahanan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan sejumlah jenderal purnawirawan. Fokus utama dari desain besar ini adalah penguatan komando kewilayahan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sipil.

Data Sebaran Satuan Pembangunan

Hingga periode April 2026, sejumlah satuan telah berhasil dibentuk dan mulai beroperasi di berbagai titik. Berdasarkan data dari Markas Besar TNI, penggelaran kekuatan ini dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan karakteristik unik dari setiap daerah operasional.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa saat ini telah tersedia sekitar 30 Brigade Teritorial Pembangunan (BTP) dan 155 Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di seluruh Indonesia.

ÔÇ£Jadi, kami sampaikan bahwa hingga saat ini, jumlah satuan yang sudah tergelar adalah sekitar 30 Brigade Teritorial Pembangunan (BTP) dan 155 Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP),ÔÇØ ungkap Donny saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

TNI AD mematok target total pembentukan 750 satuan di masa depan. Angka tersebut mencakup 593 Yon TP serta 157 unit pendukung yang terdiri dari satuan bantuan tempur dan administrasi untuk memperkuat pondasi pertahanan negara yang berbasis pada kebutuhan wilayah.

ÔÇ£Seluruhnya akan dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan berbasis kebutuhan wilayah, sesuai perencanaan Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan,ÔÇØ tegas dia.

Artikel terkait

Rekomendasi