Pemerintah menyatakan kondisi keamanan di wilayah Papua secara umum tetap kondusif menyusul rangkaian aksi demonstrasi mahasiswa yang berujung ricuh di Jayapura, Nabire, dan Wamena pada Senin, 27 April 2026. Aparat gabungan terus bersiaga untuk memastikan stabilitas keamanan di sejumlah titik sentral keramaian.
Dilansir dari Nasional, Kemenko Polkam melalui Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi, Brigjen TNI Honi Havana, menegaskan bahwa pemantauan intensif terus dilakukan terhadap perkembangan situasi di lapangan. Pemerintah mengakui adanya gangguan keamanan namun mengklaim keadaan saat ini relatif terkendali.
ÔÇ£Kemenko Polkam secara berkelanjutan memonitor situasi Papua yang hingga hari ini relatif aman dan kondusif,ÔÇØ kata Honi, Senin (27/4/2026).
Honi menambahkan bahwa koordinasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah merupakan kunci utama dalam meredam potensi anarkisme di wilayah terdampak. Penjagaan ketat tetap diberlakukan di area-area strategis yang sebelumnya menjadi pusat konsentrasi massa.
ÔÇ£Upaya menjaga stabilitas terus dilakukan. Semoga semua dapat terkendali dan tidak ada anarkisme,ÔÇØ kata dia.
Kericuhan di Kota Jayapura bermula saat ratusan orang yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Papua berkumpul di kawasan Expo Waena, Perumnas Tiga, dan Lingkaran Abepura. Bentrokan pecah setelah aparat mengadang massa yang melakukan long march menuju titik kumpul utama karena dinilai mengganggu ketertiban umum.
Massa yang melakukan aksi tersebut membawa sejumlah tuntutan terkait penghentian konflik bersenjata dan evaluasi pendekatan keamanan di Papua. Koordinator Lapangan Umum, Darki Uropmabin, secara spesifik meminta adanya investigasi mendalam terhadap insiden kekerasan di Kabupaten Puncak.
ÔÇ£Kami mengutuk keras aksi kekerasan terhadap warga sipil dan meminta Komnas HAM melakukan investigasi menyeluruh,ÔÇØ ujar dia.
Aspirasi dari kelompok mahasiswa tersebut diterima langsung oleh Ketua DPR Papua, Denny Henry Bonai. Ia menyatakan komitmen lembaga legislatif daerah untuk meneruskan pesan para demonstran kepada pemegang kebijakan di tingkat pusat.
ÔÇ£Saya menerima seluruh aspirasi ini dan akan menyampaikannya kepada presiden, Panglima TNI, dan Kapolri,ÔÇØ kata Denny.
Dampak dari aksi tersebut sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi dan pendidikan di Kota Jayapura setelah pemerintah kota memutuskan untuk meliburkan sekolah guna menjamin keselamatan siswa. Wali Kota Jayapura Abisai Rollo mengingatkan agar penyampaian pendapat dilakukan tanpa merusak fasilitas publik.
ÔÇ£Silakan menyampaikan aspirasi, tapi jangan anarkis. Kota ini milik kita bersama,ÔÇØ ujar dia.
Hingga Senin siang, situasi di kawasan Waena dilaporkan mulai pulih dengan dibukanya kembali toko-toko serta beroperasinya angkutan umum rute WaenaÔÇôJayapura. Para pedagang lokal juga sudah kembali menjajakan hasil bumi di pinggir jalan seiring dengan terurainya kemacetan di ruas jalan utama.