Kementerian Agama mencatat sebanyak 1,7 juta siswa Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan santri pondok pesantren telah mendaftar untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 pada Kamis (9/4/2026). Program ini bertujuan membangun sistem evaluasi pendidikan berbasis data yang komprehensif.
Peningkatan partisipasi peserta didik terus didorong oleh otoritas terkait, terutama bagi lembaga pendidikan di lingkungan pesantren. Dilansir dari Edukasi, data menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai jenjang pendidikan Islam di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Direktur KSKK Madrasah Kemenag, Nyayu Khodijah, menegaskan bahwa agenda ini memiliki nilai lebih strategis dibandingkan sekadar penilaian rutin bagi para siswa.
ÔÇ£Ini bukan sekadar asesmen. Kita sedang membangun sistem evaluasi berbasis data yang mampu membaca kualitas pendidikan secara utuh baik pada level sistem maupun capaian individu murid,ÔÇØ kata Nyayu Khodijah, Direktur KSKK Madrasah Kemenag.
Upaya pemetaan kualitas ini mencakup ribuan lembaga pendidikan di seluruh Indonesia dengan persentase pendaftaran yang sangat signifikan. Data statistik menunjukkan sebaran kepesertaan yang mendominasi pada level pendidikan dasar dan menengah.
| Jenjang Pendidikan | Persentase Lembaga | Jumlah Siswa Terdaftar | Persentase Siswa |
|---|---|---|---|
| Madrasah Ibtidaiyah (MI) | 97,9% | 659.567 orang | 99,01% |
| Madrasah Tsanawiyah (MTs) | 97,54% | 1.005.408 orang | 96,71% |
| Pondok Pesantren | 72,23% | 45.163 orang | 84,07% |
Pelaksanaan ujian tahun ini mayoritas dilakukan secara daring dengan persentase moda berani mencapai 97,57 persen pada MI dan 94,13 persen pada MTs. Pihak kementerian juga telah memverifikasi kesiapan infrastruktur untuk menjamin kelancaran teknis di lapangan.
ÔÇ£Kualitas pelaksanaan menjadi prioritas kami. Tidak hanya jumlah peserta, tetapi juga memastikan bahwa pelaksanaan berjalan kredibel, adil, dan mencerminkan kemampuan riil peserta didik,ÔÇØ ujar Nyayu Khodijah, Direktur KSKK Madrasah Kemenag.
Selain sebagai tolok ukur prestasi, hasil evaluasi akademik ini diproyeksikan menjadi bahan pertimbangan utama dalam penyusunan kebijakan intervensi pendidikan di masa mendatang.
ÔÇ£Ini adalah pijakan menuju masa depan pendidikan Islam yang lebih adaptif, terukur, dan berdaya saing global,ÔÇØ jelas Nyayu Khodijah, Direktur KSKK Madrasah Kemenag.
Saat ini, tingkat verifikasi infrastruktur pada jenjang MI telah mencapai 73,69 persen, sementara jenjang MTs sebesar 67,77 persen dan pesantren berada pada angka 40,31 persen.