PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk atau Cinema XXI membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 18,2 persen secara tahunan menjadi Rp1,1 triliun pada kuartal I 2026 yang diumumkan Senin (4/5/2026). Kenaikan signifikan ini dilaporkan didorong oleh kinerja seluruh lini usaha, terutama dari sektor penjualan tiket dan makanan.
Data kinerja keuangan yang dilansir dari Money menunjukkan bahwa pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp929,2 miliar. Penjualan tiket bioskop masih mendominasi dengan kontribusi 60,6 persen, diikuti lini makanan dan minuman (F&B) sebesar 32,6 persen, serta pendapatan dari iklan dan platform digital.
Peningkatan pendapatan tiket naik 14,3 persen menjadi Rp665,3 miliar dari sebelumnya Rp582,2 miliar. Sementara itu, sektor F&B mengalami pertumbuhan 15,9 persen ke angka Rp357,6 miliar dengan rata-rata belanja per penonton yang tetap terjaga stabil.
Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman menyatakan bahwa hasil pada tiga bulan pertama tahun 2026 ini menunjukkan kekuatan perusahaan menghadapi kondisi industri yang dinamis.
ÔÇ£Capaian Kuartal I 2026 ini merefleksikan resiliensi kami di tengah dinamika bisnis. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis seraya menghadirkan inovasi layanan yang relevan dan bermakna,ÔÇØ ujar Suryo Suherman, Direktur Utama Cinema XXI.
Suryo menambahkan bahwa pertumbuhan industri perfilman lokal yang menguat menjadi salah satu pendorong utama antusiasme penonton di bioskop-bioskop jaringan mereka.
ÔÇ£Kami menyambut baik tren positif industri perfilman lokal yang terus menguat. Kepercayaan penonton terhadap karya sineas Indonesia adalah energi yang mendorong kami untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik,ÔÇØ kata Suryo Suherman, Direktur Utama Cinema XXI.
Setelah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada April lalu, perseroan juga fokus pada pemberian nilai bagi pemegang saham melalui dividen dan saham hasil pembelian kembali.
ÔÇ£Capaian kinerja yang solid menjadi fondasi kami untuk terus memberikan nilai tambah yang nyata, tidak hanya melalui pertumbuhan bisnis tetapi juga melalui imbal hasil yang konsisten bagi para investor,ÔÇØ tutur Suryo Suherman, Direktur Utama Cinema XXI.
Meskipun pendapatan meningkat, perusahaan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp8,15 miliar pada kuartal ini. Namun, angka kerugian tersebut telah mengalami penyusutan drastis sebesar 88,25 persen dibandingkan dengan kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan performa operasional terlihat dari EBITDA yang naik 81,2 persen menjadi Rp226,9 miliar. Peningkatan ini dipengaruhi oleh efisiensi yang dilakukan seiring dengan ekspansi bisnis, di mana arus kas dari aktivitas operasi juga melonjak menjadi Rp106,6 miliar.
Momentum film nasional selama libur Lebaran menjadi faktor krusial lainnya bagi performa kuartal ini. Tercatat ada tujuh judul film Indonesia yang masing-masing berhasil menembus angka satu juta penonton, meningkat dari tiga judul pada periode yang sama tahun lalu.
Posisi aset perseroan per 31 Maret 2026 tetap terjaga pada angka Rp6,72 triliun. Jumlah tersebut mencakup kas dan setara kas senilai Rp1,75 triliun serta total ekuitas perusahaan yang tercatat sebesar Rp4,34 triliun.