Integrasi pencitraan fungsional dan anatomi yang presisi dinilai mampu menghasilkan diagnostik kanker yang tepat. Langkah ini krusial dalam menunjang kesembuhan pasien melalui penanganan medis yang terarah.
Dikutip dari Investor Daily, President Director Siemens Healthineers Indonesia, Alfred Fahringer, menjelaskan bahwa setiap pengidap kanker memiliki karakteristik yang unik. Oleh karena itu, proses perawatan medis bagi setiap individu perlu disesuaikan dengan kebutuhan personal mereka.
"Setiap pasien kanker memiliki karakteristik yang unik, sehingga perjalanan perawatannya pun perlu mencerminkan kebutuhan mereka secara individual. Dengan menghadirkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap penyakit hingga tingkat molekuler, kami mendukung para klinisi dalam memberikan diagnosis yang lebih akurat dan terapi pengobatan yang dipersonalisasi melalui Symbia Pro.Specta," kata President Director Siemens Healthineers Indonesia, Alfred Fahringer, di sela The 6th Siloam Oncology Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Sistem SPECT/CT bernama Symbia Pro.Specta tersebut kini resmi dioperasikan di MRCCC Siloam Semanggi. Kerja sama ini menjadi langkah nyata kedua belah pihak dalam memperkuat kedokteran nuklir dan onkologi presisi di dalam negeri.
"Symbia Pro.Specta menandai tonggak penting sebagai sistem SPECT/CT pertama dari Siemens Healthineers di MRCCC Siloam Semanggi. Ini sekaligus semakin memperkuat komitmen bersama kedua institusi dalam mendorong pengembangan onkologi presisi, terapi yang lebih personal, serta peningkatan keberhasilan pasien di Indonesia," lanjut Alfred.
Kasus kanker di Indonesia sendiri tercatat masih sangat tinggi. Situasi ini memicu lonjakan kebutuhan terhadap deteksi dini dan metode pengobatan yang disesuaikan secara khusus bagi setiap pasien.
Data GLOBOCAN 2022 dari International Agency for Research on Cancer menunjukkan ada sekitar 408.661 kasus baru kanker di Indonesia. Angka kematiannya mencapai 242.988 kasus, dengan jenis kanker terbanyak meliputi kanker payudara, paru-paru, kolorektal, serviks, serta hati.
"Banyak pasien baru terdiagnosis pada stadium lanjut, yang mencerminkan masih adanya tantangan dalam deteksi dini serta akses terhadap layanan kanker yang komprehensif. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan kapabilitas layanan onkologi di seluruh Indonesia," ujar Alfred.
Persoalan tersebut sejalan dengan fokus utama perhelatan The 6th Siloam Oncology Summit 2026 yang mengusung tema 'United by Unique'. Forum medis ini memfasilitasi diskusi antardokter, peneliti, dan pelaku industri untuk memajukan inovasi layanan kesehatan.
Penerapan teknologi baru ini diharapkan mampu mengoptimalkan perencanaan terapi medis secara personal. Melalui akurasi pencitraan hybrid, karakteristik tumor dapat dianalisis secara lebih mendalam.
"Sebagai sistem pencitraan hybrid generasi terbaru, teknologi ini menggabungkan pencitraan fungsional dan anatomi untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap proses biologis di dalam tubuh. Hal ini memungkinkan para klinisi tidak hanya mendeteksi penyakit lebih dini, tetapi juga memahami karakteristik tumor dengan lebih baik serta menyesuaikan keputusan terapi sesuai dengan kondisi masing-masing pasien," papar dia.
Sistem canggih ini juga memegang peranan penting dalam ranah theranostics yang mengintegrasikan diagnosis dan terapi. Akurasi tinggi dari perangkat ini membantu dokter mengambil keputusan klinis dengan lebih percaya diri.
Executive Director MRCCC Siloam Semanggi Group, dr. Edy Gunawan, MARS, menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan layanan onkologi secara berkelanjutan. Kehadiran teknologi pencitraan mutakhir ini semakin memperkokoh ekosistem kedokteran nuklir mereka.
"Sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan terdepan di Indonesia, MRCCC Siloam Semanggi terus berkomitmen untuk mengembangkan layanan onkologi kami secara berkelanjutan. Kehadiran Symbia Pro.Specta memperkuat kapabilitas kami di bidang kedokteran nuklir dan pencitraan yang presisi (precision imaging), sehingga memungkinkan diagnosis yang lebih akurat serta perencanaan terapi yang lebih personal. Melalui kolaborasi bersama Siemens Healthineers, kami terus meningkatkan layanan kanker yang terintegrasi dan berpusat pada pasien di seluruh jaringan kami," menambahkan Executive Director MRCCC Siloam Semanggi Group, dr. Edy Gunawan, MARS.
Dalam ajang tersebut, ditampilkan pula seluruh ekosistem solusi penanganan kanker secara menyeluruh. Solusi digital itu mencakup alat penapisan berbasis kecerdasan buatan, PET/CT, tindakan bedah, hingga pemantauan masa pemulihan pasien.