Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Balita dan Warga

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Balita dan Warga
Foto: Ilustrasi Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Balita dan Warga.

Eskalasi serangan udara militer Israel kembali mengguncang wilayah Lebanon Selatan meskipun periode gencatan senjata dilaporkan telah diperpanjang. Dilansir dari Kompas, operasi militer tersebut menargetkan puluhan titik yang diklaim sebagai basis kekuatan kelompok Hizbullah.

Pihak militer Israel merilis dokumentasi visual yang menunjukkan gempuran terhadap sekitar 20 posisi strategis di wilayah tersebut. Sasaran utama dari operasi ini mencakup gudang penyimpanan senjata, markas komando, serta sejumlah bangunan yang diduga digunakan untuk keperluan militer.

Berdasarkan data estimasi yang dirilis pihak Israel, konflik yang telah pecah selama hampir dua bulan ini telah menewaskan sedikitnya 1.800 pejuang Hizbullah. Namun, serangan udara terbaru juga berdampak fatal terhadap warga sipil yang berada di pemukiman penduduk.

Tragedi kemanusiaan dilaporkan terjadi di wilayah Al Jabal, Kota Jebchit, Lebanon Selatan. Sebuah rumah tinggal menjadi sasaran serangan udara yang mengakibatkan tewasnya lima orang anggota keluarga, termasuk anak-anak.

Kondisi di lokasi kejadian memperlihatkan kehancuran total pada bangunan rumah tersebut. Di antara tumpukan puing dan material bangunan, ditemukan benda-benda pribadi seperti buku sekolah dan mainan anak-anak yang berserakan.

Sejumlah warga setempat mengaku tidak menerima peringatan dini sebelum ledakan terjadi. Masyarakat meyakini bahwa kota mereka termasuk dalam zona yang seharusnya dilindungi oleh kesepakatan gencatan senjata.

Keyakinan akan keamanan tersebut sempat mendorong para penduduk untuk kembali ke rumah masing-masing dari tempat pengungsian. Namun, serangan mendadak ini memaksa warga untuk kembali melarikan diri dan mengungsi demi keselamatan nyawa mereka.

Pemakaman Korban di Kota Tayr Debba

Kesedihan mendalam menyelimuti Kota Tayr Debba saat warga menggelar prosesi pemakaman bagi para korban jiwa. Fokus duka tertuju pada Mila Zayyat, seorang balita yang baru menginjak usia empat tahun.

Mila Zayyat meninggal dunia bersama ibunya dalam serangan tersebut. Kerumunan pelayat yang membawa jenazah balita dan ibunya memenuhi jalanan kota menuju tempat peristirahatan terakhir mereka sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Artikel terkait

Rekomendasi