Serangan udara militer Israel di Lebanon Selatan menewaskan tujuh orang warga sipil, termasuk anak-anak dan seorang ibu hamil, pada Selasa (28/4). Agresi ini menyasar pemukiman penduduk di lingkungan Al-Jabal, Kota Jebchit, dan Desa Tayr Debba yang mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan non-militer.
Lima anggota keluarga dilaporkan tewas seketika setelah bom menghantam kediaman keluarga Bahja di Jebchit sebagaimana dilansir dari Kompas. Di lokasi reruntuhan bangunan yang hancur, terlihat buku latihan sekolah dan mainan anak-anak berserakan di antara puing-puing material rumah.
Selain di Jebchit, operasi militer Israel juga menyasar penduduk di Desa Tayr Debba yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa tambahan. Seorang anak perempuan berusia empat tahun bernama Mila Zayyat dan ibunya yang tengah mengandung, Ruqaya Zidan, terkonfirmasi meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Pihak kerabat korban memberikan penegasan mengenai status lokasi yang menjadi target serangan tersebut sebagai kawasan hunian masyarakat biasa. Menurut penuturan saksi, tidak ada aktivitas militer di area yang luluh lantak akibat ledakan bom tersebut.
"Tidak ada pejuang perlawanan atau senjata di lokasi yang menjadi sasaran; itu adalah kediaman sipil. Setelah gencatan senjata, penduduk kembali dan mulai membersihkan rumah mereka. Kemudian musuh Israel menyerang mereka," kata Abd Jaber, kerabat korban.
Keluarga yang menjadi korban serangan ini diketahui baru saja kembali ke tempat tinggal mereka untuk melakukan pembersihan pasca-gencatan senjata. Hingga saat ini, kerusakan infrastruktur sipil di wilayah Lebanon Selatan dilaporkan terus meluas akibat rentetan serangan udara tersebut.