Menjaga Denyut Sejarah Indonesia Melalui Lembaran Rupiah Kuno

Menjaga Denyut Sejarah Indonesia Melalui Lembaran Rupiah Kuno
Foto: Ilustrasi Menjaga Denyut Sejarah Indonesia Melalui Lembaran Rupiah Kuno.

Di antara deretan ruko tua bercat kusam dan lorong-lorong sempit kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, lembaran sejarah Indonesia tersimpan dalam bentuk yang tak biasa. Ada uang kertas lusuh, koin logam kusam, hingga pecahan rupiah yang sudah puluhan tahun hilang dari peredaran. Di tengah lalu lalang pejalan kaki yang sibuk mencari pakaian, tekstil, hingga perlengkapan rumah tangga, sebuah lapak sederhana beralas meja kayu tampak dipenuhi lembaran uang lawas dari berbagai era.

Lembaran rupiah lama disusun rapi dalam plastik transparan membentuk dinding pajangan kecil yang mencuri perhatian orang-orang yang melintas. Di situlah Baharu (60) duduk menjaga lapaknya. Sesekali ia merapikan uang yang berserakan, lalu melayani pengunjung yang berhenti sekadar melihat atau bertanya harga koleksi. Tumpukan koin kuno memenuhi wadah plastik bening di bagian depan meja. Beberapa tampak kusam dimakan usia, sementara lainnya masih memperlihatkan angka nominal dan lambang negara dengan cukup jelas.

Di sisi lain, uang asing dari Vietnam, China, hingga Kamboja disusun terpisah dalam plastik kecil. Suasana itu membuat lapak Baharu lebih menyerupai museum kecil ketimbang tempat jual beli biasa.

Artikel terkait

Rekomendasi