Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat menangguhkan rencana penerbitan pelonggaran aturan yang membolehkan perusahaan kripto memfasilitasi transaksi aset tokenisasi berbasis saham. Penangguhan kebijakan tersebut dilakukan setelah komisi memperoleh berbagai masukan dari pelaku pasar serta otoritas bursa saham terkait rincian proposal yang diajukan.
Dikutip dari Investortrust, draf pengecualian inovasi tersebut awalnya dipersiapkan oleh staf SEC untuk dipublikasikan pada pekan ini. Kendati demikian, lini masa tersebut mengalami kemunduran karena adanya diskusi lebih mendalam yang berlangsung di internal lembaga regulator tersebut.
Titik krusial yang memicu perdebatan ialah rencana pemberian izin bagi perdagangan token pihak ketiga yang diproduksi tanpa adanya sokongan atau persetujuan dari perusahaan publik yang bersangkutan. Model operasional ini mendatangkan kekhawatiran meluas yang berkaitan dengan sistem pengawasan pasar sekaligus jaminan perlindungan bagi para investor.
Berdasarkan draf proposal yang dirancang SEC, setiap platform yang menyelenggarakan perdagangan token mengemban kewajiban untuk memastikan bahwa investor tetap mendapatkan hak-hak yang setara dengan pemilik saham konvensional. Hak-hak tersebut mencakup perolehan dividen serta partisipasi dalam pengambilan suara.
Walakin, beberapa mantan regulator memberikan catatan bahwa penerapan aturan tersebut masih sangat abu-abu dari sisi teknis. Faktor utamanya adalah seluruh aktivitas transaksi token berjalan di atas infrastruktur jaringan blockchain yang menerapkan prinsip pseudonim.
Silang pendapat juga terjadi di internal regulator, di mana tidak seluruh pejabat SEC memberikan lampu hijau terhadap wacana perdagangan token dari pihak ketiga ini.
Komisioner SEC Hester Peirce, yang dikenal memiliki kedekatan dengan Ketua SEC Paul Atkins, memberikan pandangan bahwa pelonggaran inovasi yang tengah digodok ini semestinya diimplementasikan dalam ruang lingkup yang terbatas.
Melalui pernyataan yang diunggah di platform X pada Kamis (21/5/2026), Hester Peirce menegaskan bahwa regulasi tersebut idealnya hanya dialokasikan untuk mendukung transaksi representasi digital dari efek ekuitas yang statusnya telah aktif diperdagangkan di pasar sekunder.
Hingga saat ini, pihak SEC dilaporkan masih belum menelurkan keputusan final terkait potensi adanya amendemen atau pengesahan secara resmi terhadap proposal regulasi tersebut.