School of Design Binus University Raih Posisi Kedua QS World University Rankings 2026

School of Design Binus University Raih Posisi Kedua QS World University Rankings 2026
Foto: Ilustrasi School of Design Binus University Raih Posisi Kedua QS World University Rankings 2026.

Persepsi terhadap dunia desain mengalami pergeseran besar dalam sepuluh tahun terakhir. Aspek yang dahulu sekadar dianggap sebagai elemen estetika, kini telah diakui sebagai fungsi bisnis yang bernilai strategis.

Riset yang dilakukan McKinsey selama lima tahun terhadap ratusan korporasi memperlihatkan fakta penting. Perusahaan yang menjadikan desain sebagai inti operasional mampu tumbuh 32 persen lebih cepat daripada rata-rata industri, serta memberikan pengembalian bagi pemegang saham 56 persen lebih tinggi.

Dikutip dari Medcom, dinamika ini kian dipertegas oleh kehadiran teknologi AI generatif. Saat pembuatan aset visual dapat dipercepat oleh mesin, kompetensi desainer kini diukur dari kemampuan berpikir, memimpin proses kreatif, dan mengambil keputusan strategis.

Sektor industri kreatif di Indonesia sendiri sedang berada dalam fase pertumbuhan yang signifikan. Bidang ini mencatatkan pertumbuhan PDB sebesar 6,57 persen pada 2024 yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional, dengan nilai ekspor produk kreatif mencapai USD 26,68 miliar dalam sepuluh bulan pertama tahun 2025.

Selain itu, pasar platform pengalaman digital juga diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 25,05 persen hingga tahun 2032. Kondisi ini memicu kebutuhan mendesak akan talenta desainer yang mampu mengubah riset pengguna menjadi solusi bisnis serta berkolaborasi lintas disiplin.

Merespons tingginya kebutuhan pasar, School of Design Binus University menyusun kurikulum khusus. Mahasiswa tidak hanya diajarkan teknik visual, melainkan dilatih berpikir layaknya praktisi industri melalui pendekatan project-based learning sejak semester awal.

Para mahasiswa ditantang mengerjakan brief nyata dari klien asli, merancang identitas visual, mengembangkan antarmuka pengguna, hingga memproduksi animasi dan karya film yang hasilnya langsung masuk ke pasar.

Danendro Adi, S.Sn., M.Arts, Dean School of Design Binus University mengungkapkan bahwa Binus University merancang kompleksitas yang dihadapi mahasiswa dalam kelas untuk mencerminkan kompleksitas yang akan mereka temui di dunia kerja.

ÔÇ£Kami mendidik desainer yang bisa menjelaskan mengapa sebuah keputusan kreatif akan memberikan solusi dari sebuah permasalahan, bukan hanya membuatnya terlihat bagus.ÔÇØ

Sistem pengajaran ini membuahkan pengakuan dari dunia kerja. Dalam QS World University Rankings by Subject 2026 bidang Art & Design, School of Design Binus University berhasil menempati posisi kedua di Indonesia pada indikator Employer Reputation.

Indikator tersebut mengukur tingkat kepercayaan para rekruter dan pemimpin industri terhadap kualitas lulusan perguruan tinggi. Penilaian didasarkan pada survei terstruktur dari puluhan ribu pemberi kerja di seluruh dunia dengan pembobotan seimbang.

Pencapaian ini menandakan bahwa lulusan School of Design Binus masuk dalam jajaran yang paling dipercaya untuk langsung berkontribusi di industri kreatif. Kepercayaan ini didukung oleh ekosistem pembelajaran yang adaptif, termasuk integrasi teknologi AI.

Kesiapan karier mahasiswa juga diperkuat oleh Binus Career Center yang menghubungkan mahasiswa dan alumni secara langsung dengan pemberi kerja, bahkan jauh sebelum momen kelulusan tiba.

Langkah ini sekaligus menjawab kecemasan orang tua mengenai stabilitas industri, penyerapan kerja, dan imbal hasil investasi pendidikan di jurusan desain. Peringkat dari QS ini menjadi bukti terukur yang berasal langsung dari penilaian industri penyerap tenaga kerja.

Data internal menunjukkan bahwa 80,1 persen lulusan sarjana Binus telah mendapatkan pekerjaan pada saat wisuda, dengan mayoritas berkarier di perusahaan global atau mendirikan bisnis kreatif mandiri.

ÔÇ£Kepercayaan industri tidak bisa dibeli dengan kampanye. Ia dibangun dari kualitas lulusan yang terbukti, tahun demi tahun,ÔÇØ jelas Danendro Adi, S.Sn., M.Arts

Artikel terkait

Rekomendasi